{"id":17994,"date":"2026-07-15T12:10:58","date_gmt":"2026-07-15T05:10:58","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=17994"},"modified":"2026-07-15T12:10:59","modified_gmt":"2026-07-15T05:10:59","slug":"festival-layang-layang-internasional-jogja-meriah-delegasi-dari-17-negara-ramaikan-pantai-parangkusumo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/uncategorized\/festival-layang-layang-internasional-jogja-meriah-delegasi-dari-17-negara-ramaikan-pantai-parangkusumo\/","title":{"rendered":"Festival Layang-Layang Internasional Jogja Meriah, Delegasi dari 17 Negara Ramaikan Pantai Parangkusumo"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Oleh: Lativa Husna<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali digelar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu-Minggu (11\u201312\/7\/2026). Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan komunitas layang-layang nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengunjung memadati kawasan Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan berbagai atraksi layang-layang dengan beragam bentuk dan warna. Langit pantai dipenuhiberagamn jenis dan bentuk layang-layang hingga <em>dragon train<\/em> yang diterbangkan secara bergantian oleh para peserta dari dalam dan luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pengunjung juga menikmati berbagai kegiatan pendukung, seperti pertunjukan seni budaya, barongsai, hingga penerbangan layang-layang pada malam hari <em>(night flying).<\/em> Festival tersebut menjadi salah satu agenda wisata tahunan yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Helper Internasional JIKF 2026, Spartan mengatakan, pelaksanaan festival hingga hari terakhir berlangsung aman dan kondusif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sampai hari ini pelaksanaannya berlangsung secara kondusif. Para pengunjung sangat tertib dan menikmati acara yang disediakan. Alhamdulillah semua kendala yang ada sudah tertangani,&#8221; kata Spartan saat ditemui di lokasi, Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Spartan menjelaskan, pada area internasional terdapat sekitar 35 hingga 40 peserta, termasuk tim Indonesia. Secara keseluruhan, festival tersebut diikuti perwakilan dari 17 negara yang menampilkan layang-layang khas masing-masing negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Festival ini dibagi ke dalam tiga arena utama. Venue internasional menampilkan pertunjukkan layang-layang dari berbagai negara tanpa sistem perlombaan. Para peserta memperlihatkan desain dan karakteristik layang-layang yang menjadi ciri khas negara asal mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, venue nasional menjadi lokasi berbagai perlombaan layang-layang yang diikuti komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun venue terakhir khusus diperuntukkan untuk olimpiade tingkat anak-anak dari kategori TK sampai dengan SMP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah seorang pengunjung dari Dringo, Wati mengaku, sengaja datang untuk menyaksikan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini layak dipertahankan karena memberikan hiburan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kita suka banget. Kita pokoknya mendukung, semoga terus diadakan dan tahun depan lebih ramai lagi,&#8221; ujar Wati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berharap penyelenggaraan JIKF dapat terus berlangsung setiap tahun dengan jumlah peserta dan pengunjung yang semakin meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Yang penting sukses selalu. Semoga semakin banyak yang datang dan acaranya semakin sukses,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Festival yang berada di bawah naungan Komunitas Angkasa Satu tersebut resmi berakhir pada Minggu (12\/7\/2026). Selain menjadi ajang berkumpulnya pecinta layang-layang dari berbagai negara, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata dan memperkenalkan budaya layang-layang kepada masyarakat luas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Lativa Husna Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali digelar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu-Minggu (11\u201312\/7\/2026). Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan komunitas layang-layang nasional. Pengunjung memadati kawasan Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan berbagai atraksi layang-layang dengan beragam bentuk dan warna. Langit pantai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17995,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-17994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17994"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17996,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17994\/revisions\/17996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}