{"id":1491,"date":"2021-09-15T08:16:40","date_gmt":"2021-09-15T08:16:40","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=885"},"modified":"2021-09-15T08:16:40","modified_gmt":"2021-09-15T08:16:40","slug":"rektor-uin-malang-ajak-peserta-adia-jadikan-bahasa-sastra-dan-media-sebagai-kunci-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/rektor-uin-malang-ajak-peserta-adia-jadikan-bahasa-sastra-dan-media-sebagai-kunci-komunikasi\/","title":{"rendered":"Rektor UIN Malang Ajak Peserta ADIA Jadikan Bahasa, Sastra dan Media Sebagai Kunci Komunikasi"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-884\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/rektor_aicollim-044.jpg\" alt=\"\" width=\"849\" height=\"621\" \/><\/p>\n<div dir=\"auto\"><strong>HUMANIORA<\/strong>\u00a0(15\/9\/2021) Bahasa, sastra dan media merupakan kunci utama dalam melakukan komunikasi. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang menggunakan bahasa yang jelas dan baik, serta jauh dari pesan hoaks. Justru, era revolusi 4.0. seperti sekarang ini, bahasa dan media seringkali menjadi alat untuk menyebar fitnah dan berita bohong. Dengan gaya sastrawi, bahasa dan media semestinya semakin menemukan signifikansinya dalam menebar berita, nilai dan konten yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. dalam Annual International Conference on Language, Litetarure and Media (AICOLLIM) yang diselenggarakan oleh Fakultas Humaniora UIN Malang kerjasama dengan Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA) pada Rabo, 15\/9\/2021.<\/div>\n<div dir=\"auto\">Dalam memberikan sambutan pada pembukaan konferen internasional tersebut, Prof. Dr. M. Zainuddin menegaskan bahwa sekarang ini justru media menjadi ajang untuk ghibah, menghasut dan menebar berita hoaks. Tentunya, ini tidak sejalan dengan semangat kemajuan peradaban yang serba digital seperti sekarang ini.\u00a0<\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cBahasa, sastra dan\u00a0 media harus dipadukan untuk memproduksi konten-konten yang maslahat bagi umat manusia. Jangan sekedar dijadikan alat untuk memprovokasi, lebih-lebih di era pandemic Covid 19,\u201d tegasnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\">Lebih dari itu, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga mengajak seluruh peserta konferen untuk lebih serius mengkaji masalah Bahasa, sastra dan media, utamanya di era pandemi seperti sekarang ini. Banyak anomali yang muncul di tengah pandemic Covid 19. Misalnya saja, muncul narasi-narasi hoaks terkait dengan pandemic yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Ini merupakan realitas yang menarik untuk diteliti. \u201cForum ini sangat otoritatif untuk mengkaji masalah-masalah yang seperti itu. Ini masalah bahasa dan media,\u201d tandasnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\">Di akhir sambutannya, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. Mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam, khususnya kepada Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Islam dan ADIA yang telah turut serta mendukung terselenggarakannya kegiatan tahunan ini. \u201cKami sangat berterima kasih pada Adia, Direktur Diktis dan pihak-pihak lain yang turut mendukung acara ini. Semoga berlangsung dengan lancer,\u201d ungkapnya menutup sambutan. <strong>[MFF]<\/strong><\/div>\n<div class=\"yj6qo\">\u00a0<\/div>\n<div class=\"adL\" dir=\"auto\">\u00a0<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA\u00a0(15\/9\/2021) Bahasa, sastra dan media merupakan kunci utama dalam melakukan komunikasi. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang menggunakan bahasa yang jelas dan baik, serta jauh dari pesan hoaks. Justru, era revolusi 4.0. seperti sekarang ini, bahasa dan media seringkali menjadi alat untuk menyebar fitnah dan berita bohong. Dengan gaya sastrawi, bahasa dan media semestinya semakin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1599,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}