{"id":14111,"date":"2026-01-19T08:53:24","date_gmt":"2026-01-19T01:53:24","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=14111"},"modified":"2026-01-19T08:53:24","modified_gmt":"2026-01-19T01:53:24","slug":"inspirasi-generasi-muda-mahasiswa-humaniora-isi-sesi-pengembangan-diri-di-expo-campus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/inspirasi-generasi-muda-mahasiswa-humaniora-isi-sesi-pengembangan-diri-di-expo-campus\/","title":{"rendered":"Inspirasi Generasi Muda, Mahasiswa Humaniora Isi Sesi Pengembangan Diri di Expo Campus"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>HUMANIORA <\/strong>\u2014 (19\/1\/2026) Kiprah mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali terlihat melalui kontribusi nyata di ruang edukasi dan pengembangan generasi muda. Rasya Murdian Hafiz, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) semester 3, dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan <em>Expo Campus<\/em>, sebuah acara <em>talkshow <\/em>dan seminar bersama para alumni terbaik, yang diselenggarakan di Yayasan Nurul Huda Setu Bekasi pada Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/gemar-seni-kaligrafi-antarkan-mahasiswa-humaniora-raih-prestasi-internasional-di-mhq-asean\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Gemar Seni Kaligrafi Antarkan Mahasiswa Humaniora Raih Prestasi Internasional di MHQ ASEAN<\/mark><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/menuju-zona-integritas-humaniora-ikuti-penilaian-pendahuluan-pmpzi-2025\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Menuju Zona Integritas, Humaniora Ikuti Penilaian Pendahuluan PMPZI 2025<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Expo Campus<\/em> ini diikuti oleh seluruh murid Yayasan Nurul Huda Setu Bekasi dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Nurul Huda Setu Bekasi, Ketua PCNU Depok, para guru, serta alumni. Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan peserta tentang dunia perguruan tinggi sekaligus memotivasi mereka dalam menyiapkan arah studi dan pengembangan diri sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara dibuka dengan sambutan K.H. Athok Romli Mustofa, Ketua Yayasan Nurul Huda Setu Bekasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa yang hebat bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan mental dan keberanian untuk melangkah serta berkiprah di tengah masyarakat. Pesan tersebut menjadi pengantar yang menguatkan semangat peserta sebelum memasuki sesi talkshow dan seminar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Rasya Murdian Hafiz menyampaikan materi bertajuk \u201cPengembangan Diri\u201d. Ia menekankan bahwa jika sekolah memberikan kehangatan dalam pendidikan, maka dunia perkuliahan adalah ruang yang akan mewarnai kehidupan seseorang secara lebih luas. Melalui materi ini, Rasya mengajak para siswa untuk tidak hanya berorientasi pada status sebagai mahasiswa, tetapi juga memiliki visi, karakter, dan arah langkah yang jelas ketika memasuki dunia kampus.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-19-at-8.44.11-AM-1-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-14112\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-19-at-8.44.11-AM-1-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-19-at-8.44.11-AM-1-225x300.jpeg 225w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-19-at-8.44.11-AM-1-9x12.jpeg 9w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-19-at-8.44.11-AM-1.jpeg 960w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Rasya, materi pengembangan diri menjadi sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. Ia menyoroti fenomena banyaknya mahasiswa yang kehilangan arah, kurang berani mengambil peran, serta salah memilih lingkungan pertemanan di kampus. Karena itu, penguatan kesadaran diri, nilai, dan tujuan hidup sejak dini menjadi kunci agar mahasiswa mampu tumbuh dan berkontribusi secara positif.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi interaktif dan respons aktif dari siswa menunjukkan bahwa tema yang diangkat dekat dengan realitas yang mereka hadapi. Rasya pun menyampaikan kesan positif atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, acara <em>Expo Campus<\/em> dikemas dengan baik dan mampu memotivasi peserta untuk menatap masa depan pendidikan tinggi dengan lebih percaya diri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga <em>Expo Campus <\/em>ini menjadi langkah awal dan jejak bermakna bagi kami sebagai mahasiswa untuk bisa bermanfaat, sekaligus menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas dalam menentukan arah dan tujuan hidupnya,\u201d ujar Rasya.<br>Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Malang tidak hanya berperan sebagai pembelajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen inspirasi dan perubahan. Kiprah Rasya Murdian Hafiz menjadi cermin bahwa mahasiswa Humaniora mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan karakter dan pengembangan diri generasi muda. <strong>[cha\/Infopub]<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA \u2014 (19\/1\/2026) Kiprah mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali terlihat melalui kontribusi nyata di ruang edukasi dan pengembangan generasi muda. Rasya Murdian Hafiz, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) semester 3, dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan Expo Campus, sebuah acara talkshow dan seminar bersama para alumni terbaik, yang diselenggarakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14113,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[634,13],"tags":[],"class_list":["post-14111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-dan-sastra-arab","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14111"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14114,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14111\/revisions\/14114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}