{"id":13745,"date":"2025-12-17T16:39:31","date_gmt":"2025-12-17T09:39:31","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=13745"},"modified":"2025-12-17T17:54:28","modified_gmt":"2025-12-17T10:54:28","slug":"dekan-humaniora-tekankan-kurikulum-adaptif-dan-cara-mengajar-yang-relevan-dengan-generasi-zaman-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/dekan-humaniora-tekankan-kurikulum-adaptif-dan-cara-mengajar-yang-relevan-dengan-generasi-zaman-kini\/","title":{"rendered":"Dekan Humaniora Tekankan Kurikulum Adaptif dan Cara Mengajar yang Relevan dengan Generasi Zaman Kini"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>HUMANIORA <\/strong>\u2013 (17\/12\/2025) Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan pentingnya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan zaman serta mengubah cara mengajar dosen agar lebih berorientasi pada karakter dan kebutuhan mahasiswa masa kini. Hal itu disampaikan dalam Koordinasi Awal Tim Pemutakhiran Kurikulum yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Ruang Dekanat Fakultas Humaniora.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/16e27628\/https\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/humaniora-awali-pemutakhiran-kurikulum-untuk-menjawab-tantangan-zaman\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Humaniora Awali Pemutakhiran Kurikulum untuk Menjawab Tantangan Zaman<\/mark><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/16e27628\/https\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/humaniora-perluas-peran-pengabdian-lewat-pembinaan-program-bilingual-yayasan-al-beer\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Humaniora Perluas Peran Pengabdian lewat Pembinaan Program Bilingual Yayasan Al Beer<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam arahannya, Dekan menyampaikan bahwa tantangan utama dalam penyusunan kurikulum tidak hanya terletak pada pemenuhan regulasi, tetapi juga pada kemampuan dosen mengelola subjektivitas akademik, dinamika keilmuan, serta tuntutan kebutuhan pasar dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTantangan membuat kurikulum adalah subjektivitas sebagai dosen, tantangan keilmuan yang terus berubah, serta kebutuhan pasar. Kurikulum tidak boleh disusun hanya berdasarkan kenyamanan pengajar, tetapi harus menjawab realitas yang dihadapi lulusan,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/16e27628\/https\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-13747\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4-300x225.jpeg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4-768x576.jpeg 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4-16x12.jpeg 16w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemitakhiran-Kurikulum-4.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Prof. Faisol menekankan bahwa tantangan pembelajaran saat ini semakin kompleks karena dosen berhadapan dengan generasi yang memiliki karakter, pola belajar, dan cara berpikir yang berbeda dari generasi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita mengajar saat ini adalah generasi zaman sekarang, bukan generasi zaman kita. Karena itu, cara mengajar pun harus berubah. Dosen perlu senantiasa menyesuaikan pendekatan, metode, dan pola interaksi agar pembelajaran benar-benar bermakna bagi mahasiswa,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, orientasi pembelajaran di era saat ini harus berpindah dari sekadar penyampaian materi menuju proses pendampingan belajar yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan global. Kurikulum yang adaptif harus diiringi dengan praktik pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta dunia nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks tersebut, Dekan menegaskan bahwa pemutakhiran kurikulum harus menjadi momentum refleksi bersama bagi dosen untuk menata ulang peran dan strategi pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni adalah tantangan kita bersama sebagai pendidik. Kita tidak cukup hanya memperbarui dokumen kurikulum, tetapi juga harus memperbarui cara berpikir dan cara mengajar,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir arahannya, Prof. Faisol berharap seluruh tim pemutakhiran kurikulum dapat bekerja secara kolaboratif dan saling melengkapi dalam mewujudkan kurikulum Fakultas Humaniora yang unggul dan relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMari kita saling bekerja sama, saling melengkapi, membangun kolaborasi, dan bersinergi untuk memajukan Fakultas Humaniora,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan koordinasi awal ini dihadiri oleh pimpinan fakultas serta seluruh Tim Pemutakhiran Kurikulum Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sebagai langkah awal penyusunan kurikulum yang adaptif, berorientasi pada mahasiswa, dan selaras dengan tantangan zaman. <strong>[unr]<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA \u2013 (17\/12\/2025) Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan pentingnya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan zaman serta mengubah cara mengajar dosen agar lebih berorientasi pada karakter dan kebutuhan mahasiswa masa kini. Hal itu disampaikan dalam Koordinasi Awal Tim Pemutakhiran Kurikulum yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[634,13,635],"tags":[],"class_list":["post-13745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-dan-sastra-arab","category-berita","category-sastra-inggris"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13745"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13751,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13745\/revisions\/13751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}