HUMANIORA – (16/10/2025) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Workshop MADINA (Merangkai Media Kreatif dan Narasi Bermakna) di Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan lantai 3. (2/10).
Read too:
- Global Pathways: Mahasiswa Humaniora Didorong Tembus Dunia Lewat Beasiswa Internasional
- Mahasiswa Humaniora Raih Best Speaker di International English Edutalk Competition 2025
Kegiatan ini menghadirkan Khafid Roziki, M.Pd., Ketua Unit Informasi dan Publikasi (Infopub) Fakultas Humaniora, serta Fairuz Ardhan Haunan, fotografer muda sekaligus praktisi visual kreatif. Antusiasme peserta terlihat dari ratusan mahasiswa yang memadati ruangan, tidak hanya berasal dari Fakultas Humaniora, tetapi juga dari berbagai fakultas lain seperti Psikologi, Ekonomi, dan Syariah UIN Malang.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Ash-Shihafah, divisi jurnalistik di bawah HMPS BSA ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan menulis berita, melakukan liputan, dan menguasai teknik jurnalistik modern yang relevan dengan perkembangan media digital.
Ketua LSO Ash-Shihafah, Alviana Firdatus Sholihah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang belajar praktis bagi mahasiswa.
“Pelatihan ini memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam dunia jurnalistik. Kami ingin mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan konten berkualitas untuk media yang dikelola HMPS maupun fakultas,” ujarnya.
Dalam sesi pertama, Khafid Roziki, M.Pd. menyampaikan materi bertema “Menulis Berita, Menulis Eksistensi”. Ia menekankan bahwa jurnalistik bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sarana aktualisasi diri dan pembentukan karakter ilmiah mahasiswa.
“Dengan memahami informasi dan mengolahnya menjadi karya yang bernilai, mahasiswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar berpikir kritis dan membangun eksistensi diri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khafid menambahkan bahwa kemampuan jurnalistik akan menjadi modal penting di masa depan.
“Mahasiswa yang menguasai jurnalistik akan lebih siap menghadapi dunia akademik maupun profesional. Melalui tulisan, mereka bisa menunjukkan potensi diri dan membangun portofolio yang kuat,” tambahnya.
Sesi kedua diisi oleh Fairuz Ardhan Haunan, yang memaparkan materi mengenai “Fotografi dan Videografi dalam Dunia Jurnalistik.” Ia mengulas pentingnya visual dalam menyampaikan pesan jurnalistik, mulai dari teknik pengambilan gambar, komposisi, hingga pemanfaatan media sosial untuk publikasi konten kreatif.
“Foto dan video bukan sekadar pelengkap berita, tapi jembatan emosi antara peristiwa dan pembaca. Keduanya harus mampu bercerita,” tutur Fairuz.
Workshop MADINA berhasil menciptakan suasana interaktif dan inspiratif. Para peserta aktif bertanya dan mencoba praktik langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami dasar jurnalistik, tetapi juga siap mengaplikasikannya dalam berbagai platform media, baik cetak maupun digital.
Dengan adanya pelatihan semacam ini, HMPS BSA berkomitmen mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya mahir berbahasa dan bersastra, tetapi juga mampu menjadi jurnalis muda kreatif yang kritis, faktual, dan inspiratif di tengah arus informasi digital yang semakin cepat. (unr)





