HUMANIORA – (30/10/2025) Pesona sejarah dan budaya Malang kembali menjadi sorotan peserta International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025. Dalam rangkaian kegiatan School Visit di MTs Ma’arif Singosari, para peserta internasional diajak berkunjung ke Candi Singosari, salah satu situs peninggalan bersejarah dari masa kejayaan Kerajaan Singhasari yang terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Read too:
- Belajar Tari Tradisional, Peserta I-YES Rasakan Kebanggaan Berbudaya Indonesia
- Telusuri Jejak Sejarah di Museum Mpu Purwa, Peserta I-YES Belajar Budaya Lewat Peninggalan Nusantara
Rombongan peserta Humaniora I-YES berangkat menuju lokasi menggunakan kereta kelinci sekolah, menambah kesan santai dan ceria sepanjang perjalanan. Setibanya di area candi, para peserta tampak antusias menjelajahi situs peninggalan bercorak Hindu–Buddha yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Nusantara.

Candi Singosari diyakini erat kaitannya dengan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari yang dikenal sebagai tokoh penting dalam penyatuan wilayah Nusantara. Di area situs ini juga terdapat dua arca Dwarapala, patung penjaga gerbang yang menjulang setinggi hampir 3,7 meter, menjadi ciri khas yang memikat perhatian para pengunjung internasional.
Para peserta terlihat kagum saat mendengarkan penjelasan tentang simbol-simbol dan filosofi arca serta arsitektur candi yang unik. Salah satu peserta dari Thailand, Anas Ngeonchareon, mengungkapkan rasa takjubnya terhadap keindahan dan nilai historis situs tersebut.
“Ini mirip dengan warisan budaya di Thailand, tapi ini sangat unik. Sejarahnya luar biasa dan mencerminkan keunggulan budaya Malang. Seru sekali!” ujarnya dengan antusias.
Kunjungan ke Candi Singosari menjadi salah satu momen berharga dalam rangkaian I-YES 2025. Melalui kegiatan ini, peserta internasional tidak hanya mengenal sejarah lokal, tetapi juga menyelami kekayaan warisan budaya Indonesia yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa. (asf)





