MIU Login

Wacana Lingkungan dan Ekokritisisme Jadi Fokus Riset Mahasiswa dalam Ajang Humaniora Research Awards 2025

HUMANIORA – (13/10/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Seminar Hasil Penelitian (Student’s Conference) sebagai puncak ajang Humaniora Research Awards 2025 pada Senin, 13 Oktober 2025. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema besar “Ekokritisisme dan Wacana Lingkungan dalam Bahasa dan Sastra”, yang menjadi benang merah bagi seluruh penelitian mahasiswa yang dipresentasikan.

Read too:

Pemilihan tema ekokritisisme tidaklah tanpa alasan. Isu lingkungan kini menjadi salah satu tantangan global yang mendesak untuk direspons secara multidisipliner, termasuk melalui kajian bahasa dan sastra. Fakultas Humaniora berupaya mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam mengkritisi, merefleksi, dan menawarkan gagasan melalui pendekatan-pendekatan ilmiah khas bidang humaniora.

Dalam sambutannya, Dr. Galuh Nur Rochmah, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Humaniora, menegaskan pentingnya perspektif humaniora dalam isu lingkungan. “Pendekatan ekokritik memberi ruang bagi bahasa dan sastra untuk berbicara tentang krisis ekologis dengan cara yang menyentuh kesadaran manusia. Mahasiswa tidak hanya belajar meneliti, tetapi juga belajar menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Beragam penelitian mahasiswa yang dipresentasikan mencakup bidang kajian linguistik, analisis wacana, penerjemahan, dan kajian sastra Arab maupun Inggris. Mereka menyoroti berbagai tema, mulai dari representasi alam dalam puisi modern Arab, wacana lingkungan dalam teks media, hingga penerjemahan istilah ekologi dalam karya sastra dunia. Hal ini menunjukkan bagaimana ekokritisisme dapat diintegrasikan ke dalam beragam disiplin ilmu bahasa dan sastra.

Konferensi ini juga memperlihatkan perkembangan cara pandang mahasiswa dalam membaca teks sastra dan bahasa tidak hanya sebagai objek estetika atau struktur, tetapi juga sebagai sarana untuk menyuarakan kepedulian terhadap krisis lingkungan. Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta yang mengaitkan hasil penelitiannya dengan realitas sosial dan kebijakan lingkungan di Indonesia maupun dunia.

Menurut panitia, fokus pada tema ekokritisisme ini diharapkan dapat memperluas wawasan riset mahasiswa, mengarahkan penelitian agar lebih kontekstual, serta menguatkan posisi Fakultas Humaniora sebagai pusat kajian yang responsif terhadap isu-isu kontemporer. “Tema ini membuka ruang refleksi baru bahwa ilmu humaniora memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat,” tambah Dr. Galuh.

Dengan semangat tersebut, Humaniora Research Awards 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi ilmiah semata, tetapi juga wadah pembentukan sikap kritis dan empatik terhadap lingkungan. Fakultas Humaniora berharap penelitian-penelitian mahasiswa yang lahir dari kegiatan ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam merawat bumi melalui perspektif bahasa, sastra, dan budaya. (al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait