MIU Login

Terjun ke Masyarakat, Mahasiswa Humaniora Edukasi Pengolahan Limbah Sayur Jadi Pupuk di Kabupaten Malang

HUMANIORA — (2/2/2026) Kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Mochamad Muzaky Abdur Rohman, mahasiswa semester 6, terlibat aktif dalam Workshop PKK tentang pengolahan limbah sayur menjadi pupuk organik yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026, di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis.

Read too:

Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Banjarejo sebagai peserta utama. Desa yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian sayur mayur ini menghadapi persoalan klasik berupa limbah organik dapur dan sisa olahan sayur yang belum termanfaatkan secara optimal. Melalui workshop tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi praktis dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PKK Desa Banjarejo, Ibu Fatimah, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN Arthabhumi yang telah menginisiasi kegiatan edukatif ini. Menurutnya, pengolahan limbah organik selama ini menjadi dilema di banyak masyarakat pedesaan.

“Selama ini limbah sayur dan dapur sering kali hanya dibuang begitu saja. Kegiatan ini menjadi jawaban atas keresahan kami, karena limbah ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Ibu Fatimah dalam sambutannya.

Dalam sesi inti, Mochamad Muzaky Abdur Rohman memaparkan materi pemanfaatan limbah organik sayur dan limbah dapur agar dapat diolah secara bijak menjadi pupuk organik yang mampu menyuburkan tanah. Materi disampaikan secara aplikatif, mulai dari pengenalan jenis limbah organik, teknik pengolahan sederhana, hingga manfaat jangka panjang penggunaan pupuk organik bagi kesuburan lahan pertanian.

Menurut Muzaky, materi ini sangat relevan dengan kondisi Desa Banjarejo yang memiliki produksi sayur melimpah. Tingginya hasil pertanian berbanding lurus dengan banyaknya limbah sisa olahan sayur, sehingga diperlukan kesadaran dan keterampilan masyarakat untuk mengelolanya secara produktif.

“Pengolahan limbah organik menjadi pupuk sangat cocok diterapkan di Desa Banjarejo. Selain mengurangi limbah yang terbuang sia-sia, hasilnya juga bisa dimanfaatkan kembali untuk pertanian,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu-ibu PKK aktif berdiskusi dan menunjukkan ketertarikan untuk mempraktikkan langsung teknik pengolahan limbah yang disampaikan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap limbah organik.

Muzaky berharap, melalui workshop ini, masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan mampu mengurangi potensi limbah organik yang terbuang tanpa nilai guna. “Semoga apa yang kami sampaikan bisa diterapkan secara berkelanjutan dan membawa manfaat bagi lingkungan serta pertanian desa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Humaniora menunjukkan bahwa kontribusi keilmuan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat, menjawab persoalan lingkungan sekaligus memperkuat nilai kebermanfaatan sosial. [unr/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait