HUMANIORA — (27/1/2026) Kiprah mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali tampak nyata di tengah masyarakat. Mohammad Ghazy, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), tampil sebagai penceramah dalam kegiatan Peringatan Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al-Azhar, Dusun Kelana, Desa Sepakek, Kabupaten Lombok Tengah, pada Jum’at (16/1/2026).
Read too:
- Ruang Dialog Akademik, Prodi BSA Ajak Mahasiswa Semester Atas Refleksi Perjalanan Studi
- Fakultas Humaniora Gelar Sosialisasi Konversi Prestasi Mahasiswa Tahun 2026
Kegiatan keagamaan ini dihadiri oleh Ketua DKM (penghulu), Kepala Dinas Sosial, tokoh-tokoh agama dan masyarakat Dusun Kelana, serta warga setempat, termasuk para ibu-ibu dan jamaah masjid. Kehadiran mahasiswa Humaniora sebagai khatib sekaligus penceramah memberikan warna tersendiri dalam peringatan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut.
Dalam ceramahnya, Mohammad Ghazy menyampaikan materi bertajuk urgensi salat sebagai pesan rohani dari peristiwa Isra Mi’raj. Ia menekankan bahwa salat bukan sekadar kewajiban formal, melainkan sarana pembentukan keharmonisan hidup secara spiritual dan sosial.
“Masih banyak ditemukan praktik salat yang sebatas menggugurkan kewajiban, sementara esensi salat sebagai ibadah yang tanhā ‘anil fahshā’i wal munkar belum benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Selain itu, Ghazy juga menyoroti keutamaan bulan Rajab sebagai momentum refleksi, koreksi, dan evaluasi diri, agar umat Islam dapat memperbaiki kualitas ibadah sekaligus perilaku sosialnya.
Bagi Ghazy, kesempatan menjadi penceramah dalam forum keagamaan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia mengaku merasa senang sekaligus bangga, karena memahami betapa besar tanggung jawab seorang khatib dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. “Menjadi khatib bukanlah peran yang bisa dilakukan secara sembarangan. Ada amanah besar yang harus dijaga,” tuturnya.
Ia berharap, materi yang disampaikannya dapat memberikan manfaat nyata bagi para hadirin dan menjadi pengingat untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya salat, dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya berkiprah di ranah akademik, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pembinaan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Kiprah Mohammad Ghazy di Lombok Tengah menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa Humaniora dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman yang reflektif dan transformatif. [unr/Infopub]





