HUMANIORA – (28/8/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan kiprah akademiknya di kancah internasional. Salah satu dosennya, Prof. Dr. Mundi Rahayu, M.Hum., hadir sebagai pembicara dalam Cornell Modern Indonesia Project’s 7th State of The Field Conference yang berlangsung di Universitas Pattimura, Ambon, pada 14–16 Agustus 2025.
Konferensi bergengsi ini digelar oleh Cornell Modern Indonesia Project bekerja sama dengan Universitas Pattimura Ambon, dengan tema besar “Bahasa Indonesia Pedagogy as a Gateway.” Fokus utama konferensi ini menyoroti pengajaran dan pedagogi bahasa Indonesia sebagai pintu masuk pemahaman lintas budaya.
Dalam forum ilmiah tersebut, Prof. Mundi memaparkan hasil risetnya berjudul “Integration of Language and Culture: BIPA Learners’ Responses to Local Culture Integration in Indonesian Language Learning.” Penelitian ini berangkat dari pengalamannya mendampingi para pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Malang dan Surabaya. Ia menekankan bahwa pengintegrasian budaya lokal dalam materi pembelajaran tidak hanya memperkaya proses belajar, tetapi juga membangun sensitivitas antarbudaya bagi mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara.
“Bahasa tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya. Ketika pembelajar asing mempelajari bahasa Indonesia sekaligus mengenal kearifan lokal, proses komunikasi menjadi lebih hidup dan bermakna,” ungkap Prof. Mundi dalam paparannya.
Konferensi ini dihadiri oleh banyak akademisi internasional terkemuka di bidang studi Indonesia, antara lain Jolanda Pandin (Cornell University), George Quinn (Australian National University), Ben Arps (Leiden University), Erlin Barnard (University of Wisconsin-Madison), David Bourchier (University of Western Australia), Masashi Furihata (Tokyo University of Foreign Studies), Kaja McGowan (Cornell University), Antonia Soriente (University of Naples-L’Orientale), Ellen Rafferty (University of Wisconsin-Madison), Indriyo Sukmono (Yale University), serta Juliana Wijaya (University of California-Los Angeles).
Kehadiran para pakar tersebut menjadikan konferensi ini ajang pertemuan ilmiah yang kaya perspektif global. Mereka berbagi hasil penelitian terbaru terkait pedagogi bahasa Indonesia, kajian budaya, hingga tantangan kontemporer dalam mengajarkan bahasa Indonesia di berbagai belahan dunia.
Terselenggaranya konferensi ini tidak lepas dari dukungan berbagai lembaga internasional, di antaranya Cornell University (melalui The Patrick Walujo Gift dari College of Arts and Sciences, Southeast Asia Program, Mario Einaudi Center for International Studies, Language Resource Center, dan Asian Studies), Universitas Pattimura, American Institute for Indonesian Studies, serta Consortium for the Teaching of Indonesian.
Partisipasi Prof. Mundi dalam forum ilmiah internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi dosen Fakultas Humaniora UIN Malang dalam mengembangkan studi bahasa dan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring akademik global di bidang pengajaran BIPA. (al)





