HUMANIORA – (1/10/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kiprahnya di dunia akademik nasional melalui pelaksanaan Program Lecturer Mobility. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong dosen Humaniora aktif melakukan kolaborasi, berbagi hasil riset, sekaligus memperluas jejaring keilmuan lintas perguruan tinggi.
Read too:
- Dosen Muda Humaniora Paparkan Seni Retorika di Hadapan Mahasiswa UIN Cirebon
- Usung Tema Fonologi, Pakar Linguistik BSA Kupas Klasifikasi Bunyi dan Artikulasinya
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Fakultas Humaniora mengirimkan dua dosen dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Muhammad Hasyim, M.Pd. dan Moh. Said, M.Pd., ke Fakultas Adab UIN Siber Syekh Nur Jati Cirebon, pada Selasa (23/9/2025). Keduanya hadir untuk mendiseminasikan penelitian yang telah mereka lakukan, serta berdiskusi dengan sivitas akademika setempat terkait pengembangan kajian bahasa dan sastra Arab dalam perspektif kontemporer.
Program Lecturer Mobility ini tidak hanya berfungsi sebagai forum akademik, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas dosen dalam menyampaikan gagasan, menguji temuan riset, dan membuka potensi kerja sama antar fakultas. Dengan demikian, dampaknya diharapkan tidak hanya bagi dosen yang bersangkutan, tetapi juga memperkuat reputasi Fakultas Humaniora UIN Malang sebagai pusat pengembangan ilmu humaniora yang progresif.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya program ini. “Lecturer Mobility adalah ikhtiar untuk menjadikan dosen lebih adaptif, terbuka, dan kolaboratif. Melalui program ini, dosen dapat mengasah kemampuan akademik sekaligus membangun jejaring lintas kampus. Dampaknya tentu positif, baik bagi pengembangan kualitas riset dosen maupun bagi mahasiswa yang nantinya akan memperoleh materi kuliah yang lebih segar, aktual, dan relevan dengan perkembangan global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Halimi menambahkan bahwa inisiatif ini juga memperkuat atmosfer akademik di Fakultas Humaniora. “Kami ingin dosen-dosen Humaniora tidak hanya dikenal di lingkungan internal, tetapi juga hadir di panggung nasional bahkan internasional. Dengan mobilitas akademik seperti ini, para dosen dapat membangun reputasi, memperluas wawasan, dan membawa pulang inspirasi baru yang bisa memperkaya perkuliahan di UIN Malang,” imbuhnya.
Program Lecturer Mobility menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Humaniora dalam melahirkan dosen yang tidak hanya produktif meneliti, tetapi juga aktif menyebarluaskan pengetahuan. Upaya ini diharapkan semakin memperkokoh kontribusi Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman. (unr)





