MIU Login

Peserta I-YES 2025, Eksplorasi Keindahan Malang dengan MACITO

HUMANIORA – (28/10/2025) Pelaksanaan International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025 di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta internasional. Agenda kegiatan diwarnai Malang City Tour (MACITO) yang dirancang untuk memperkenalkan potensi sejarah, kreativitas, dan budaya Kota Malang secara langsung, Rabu siang (27/10).

Read too:

Rombongan peserta diberangkatkan dari halaman kantor Fakultas Humaniora menggunakan beberapa armada Hiace menuju destinasi pertama, Galeri Mbois. Di ruang kebudayaan ini, peserta disuguhkan karya-karya kreatif anak muda Malang, mulai dari kerajinan tangan hingga produk unik khas daerah. Selain itu, peserta berkesempatan mencoba Bus Macito yang merupakan ikon wisata Kota Malang yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Perjalanan city tour kemudian berlanjut menyusuri sejumlah kawasan ikonik Kota Malang. Mulai dari Jalan Ijen yang terkenal dengan bangunan heritage dan Monumen Tulip, hingga Bundaran Tugu Malang yang terletak tepat di depan Balai Kota sebagai landmark penuh sejarah. Rute perjalanan juga melewati Monumen Pahlawan TRIP, Kayutangan Heritage, hingga Alun-Alun Merdeka.

Di tengah pemandangan kota yang asri dan ditemani rintik hujan, para peserta tampak menikmati setiap momen perjalanan. Kamera para peserta tak henti mengabadikan titik-titik bersejarah yang sarat makna dan keindahan visual.

Salah satu peserta asal India, Md. Rizwan Khan, mengungkapkan kekagumannya selama mengikuti MACITO. “Malang adalah kota yang sangat indah. Rasanya saya ingin tinggal lebih lama dan menjelajah lebih jauh untuk melihat keindahannya,” ujarnya penuh antusias.

Melalui kegiatan ini, MACITO tidak hanya menjadi sarana rekreasi, namun juga media pembelajaran budaya dan sejarah yang memperkaya pemahaman peserta tentang Indonesia, khususnya Kota Malang. Interaksi langsung dengan lingkungan lokal membawa pengalaman yang lebih mendalam dan aktual mengenai kehidupan masyarakat serta potensi wisata kota ini.
City tour menjadi bukti bahwa pembelajaran budaya tidak harus selalu di ruang kelas. Dengan menikmati perjalanan yang menyenangkan, peserta I-YES 2025 semakin memahami esensi pertukaran budaya dan menghargai keberagaman yang menjadi identitas Indonesia. (asf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait