HUMANIORA – (28/10/2025) Masih di hari pertama pelaksanaan International Youth-Enhance Study (I-YES) 2025 yang digelar Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung dengan penuh semarak. Mengusung kegiatan “Indonesia Insight”, rangkaian kegiatan pada Senin (27/10) menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan bagi para peserta internasional.
Read too:
- Jelajah Museum Brawijaya: Peserta Humaniora I-YES 2025 Mengenal Jejak Patriotisme Nusantara
- Peserta I-YES 2025, Eksplorasi Keindahan Malang dengan MACITO
Dipandu oleh Miftahul Huda, M.Pd., Ph.D., sesi ini membekali peserta dengan pemahaman lebih dalam mengenai keragaman budaya dan karakter bangsa Indonesia. Tidak hanya melalui pemaparan materi, peserta juga diajak terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif yang memadukan pembelajaran dan hiburan.

Suasana kian meriah ketika peserta mengikuti kuis dan permainan tradisional secara berkelompok. Mereka diuji pengetahuan tentang Indonesia sekaligus dilatih kerja sama tim. Sorak sorai terdengar di seluruh ruangan setiap kali sebuah kelompok berhasil menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tantangan dengan baik. Keceriaan peserta semakin terasa hingga sore hari.

Salah satu peserta dari Pakistan, Bilal Waheed, mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan budaya Indonesia.
“Saya sangat terkesan dengan bagaimana Indonesia memiliki begitu banyak budaya yang hidup berdampingan dengan damai. Permainannya seru dan membuat kami belajar sambil tertawa,” ujarnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Md. Rizwan Khan dari India.
“Ini pengalaman luar biasa. Kami belajar banyak tentang Indonesia, tetapi dalam suasana yang sangat menyenangkan. Saya merasa seperti sedang berada di rumah bersama teman-teman baru dari seluruh dunia.”
Melalui kegiatan ini, I-YES 2025 kembali menegaskan perannya sebagai program internasional yang tidak hanya memperluas pengetahuan akademik, tetapi juga membangun jejaring pertemanan lintas negara dan menanamkan pemahaman budaya global.
Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa kolaborasi budaya dapat menjadi jembatan penting dalam menciptakan kedekatan dan toleransi antargenerasi muda dari berbagai belahan dunia. (asf)





