HUMANIORA – (20/8/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan mengusung tema “Tumbuh Kesatria Humaniora: Mahasiswa Berbudaya, Berdaya, dan Berkarya di Tengah Akselerasi Teknologi.” Tema ini menjadi pesan penting agar mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan derasnya perubahan teknologi, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan, budaya, serta integritas akademik yang menjadi ciri khas Humaniora.
Kegiatan PBAK yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (20–21/8), menjadi pintu gerbang bagi 320 mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat budaya akademik, lingkungan sosial, dan kehidupan kemahasiswaan di Humaniora. Dari jumlah tersebut, sebanyak 138 mahasiswa berasal dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, sementara 182 lainnya dari Program Studi Sastra Inggris. Mereka datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, membawa ragam latar belakang budaya yang memperkaya atmosfer Humaniora.
Rangkaian acara dimulai dengan apel pagi yang diiringi lagu Indonesia Raya, Mars Humaniora, dan Darah Juang, mencerminkan semangat kebangsaan sekaligus militansi intelektual mahasiswa baru. Setelah itu, Ketua Pelaksana PBAK-F Humaniora Digdaya 2025, Ketua DEMA-F, dan Ketua SEMA-F menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya membangun solidaritas dan semangat belajar di kampus.

Acara berlanjut dengan sambutan Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, M.Ag., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengajak mahasiswa baru untuk menjadi insan yang berani menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas Humaniora. “Kalian adalah generasi yang harus berdaya dan berkarya, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak secara moral dan budaya,” pesannya.
Momentum kebersamaan semakin hidup saat mahasiswa baru menyaksikan demonstrasi tagline fakultas, sebelum menerima pemaparan materi kefakultasan oleh jajaran dekanat. Tidak berhenti di situ, mereka juga diperkenalkan dengan peran Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK), serta materi pengenalan ORMAWA oleh SEMA-F dan DEMA-F. Sesi berikutnya adalah penyampaian materi khusus bertajuk “Tumbuh Kesatria Humaniora: Mahasiswa Berbudaya, Berdaya, dan Berkarya di Tengah Akselerasi Teknologi.”
Dari pantauan tim Infopub Humaniora, suasana semakin meriah ketika perwakilan mahasiswa baru menunjukkan bakatnya dengan penampilan pembacaan puisi dengan apik. Potret kemeriahan tersebut menjadi simbol awal perjalanan panjang mereka di dunia akademik.
PBAK Humaniora 2025 tidak hanya sekadar kegiatan orientasi, melainkan langkah awal yang sarat makna dalam membentuk karakter mahasiswa baru. Dengan semangat berbudaya, berdaya, dan berkarya, mereka diharapkan menjadi generasi Humaniora yang siap menjawab tantangan zaman sekaligus menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. (as)





