MIU Login

PBAK Humaniora 2025, Begini Pesan dan Kesan Civitas Akademika

HUMANIORA – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2025 mengusung tema “Tumbuh Kesatria Humaniora: Mahasiswa Berbudaya, Berdaya, dan Berkarya di Tengah Akselerasi Teknologi.” Tema ini menjadi simbol bahwa mahasiswa Humaniora dituntut untuk terus berkarya di tengah arus perkembangan teknologi modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi jati dirinya.

Yoga Ardiansyah, selaku panitia sie acara, menjelaskan bahwa filosofi tema PBAK tahun ini menekankan pentingnya mahasiswa Humaniora memiliki jiwa yang berbudaya, berdaya, serta mampu menghasilkan karya. “Harapannya, setelah mengikuti PBAK, para mahasiswa baru bisa lebih mengenal fakultas sendiri, memahami ragam budaya yang ada, dan tetap mampu berbudaya, berdaya, dan berkarya di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Pesan serupa juga datang dari Fahrizal, Gubernur DEMA Fakultas Humaniora sekaligus panitia PBAK. Ia mengajak mahasiswa baru untuk menata kembali niat mereka ketika memilih Fakultas Humaniora sebagai rumah belajar. “Jadilah budayawan dan budayawati yang digdaya, berbudaya, dan berkarya. Humaniora adalah tempat kalian untuk tumbuh dengan nilai-nilai itu,” pesannya. Ia pun menambahkan kesan bahwa semangat kebersamaan dalam PBAK kali ini benar-benar terasa melalui jargon digdaya, berbudaya, dan berkarya.

Naufal, Wakil Gubernur 1 DEMA Humaniora, juga menekankan pentingnya perubahan peran dari siswa menjadi mahasiswa. “Kata ‘maha’ berarti tinggi; tinggi dalam pemikiran, dan tinggi dalam perilaku. Maka, mahasiswa harus mampu menunjukkan kualitas itu dalam kehidupan akademik maupun sosial,” ujarnya. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah berkolaborasi dengan baik. “Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam menyukseskan PBAK. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga hingga akhir acara,” tambahnya.

Melalui pesan dan kesan civitas akademika ini, PBAK Humaniora 2025 tidak hanya menjadi ajang pengenalan dunia kampus, tetapi juga momentum untuk meneguhkan identitas mahasiswa Humaniora sebagai insan yang berbudaya, berdaya, dan terus berkarya dalam menghadapi tantangan zaman. (mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait