MIU Login

Menjelajah Waktu di Museum Angkut: Peserta I-YES Nikmati Koleksi Kendaraan Bersejarah dan Miniatur Dunia

HUMANIORA – (31/10/2025) Suasana penuh antusiasme menyelimuti para peserta International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025 saat mereka menapaki langkah pertama di Museum Angkut, Kota Batu, Kamis (30/10). Kunjungan ini menjadi salah satu agenda paling berkesan dalam rangkaian kegiatan I-YES 2025, menghadirkan sensasi perjalanan lintas waktu melalui evolusi transportasi dunia yang memadukan unsur edukasi, budaya, dan hiburan.

Read too:

Museum Angkut, yang dikenal sebagai salah satu destinasi edukatif unggulan di Jawa Timur, menyuguhkan panorama sejarah kendaraan dari berbagai era. Begitu memasuki area pameran, peserta langsung disambut deretan mobil klasik, sepeda motor antik, hingga kendaraan tradisional seperti kereta kuda dan becak. Setiap koleksi seakan menjadi saksi perjalanan peradaban manusia dalam mengembangkan teknologi transportasi.

Tak hanya itu, peserta juga dibuat terpukau oleh pameran replika pesawat dan helikopter, termasuk miniatur pesawat kepresidenan Indonesia yang menjadi pusat perhatian. Melalui penataan tematik dan pencahayaan artistik, para peserta seolah diajak menembus waktu dan menelusuri bagaimana inovasi kendaraan berkembang seiring perubahan zaman.

Selain koleksi kendaraan, Museum Angkut juga menawarkan sensasi berkeliling dunia lewat miniatur landmark ikonik seperti Menara Eiffel, Patung Liberty, dan Taj Mahal. Peserta dari berbagai negara tampak antusias mengabadikan momen di spot-spot foto tematik. “Tempat ini sangat indah. Saya menemukan banyak miniatur kendaraan favorit saya, dan dengan ini saya bisa memenuhi isi galeri saya,” ujar Rizwan Khan, peserta asal India, dengan wajah berbinar.

Keseruan tak berhenti di sana. Para peserta juga berkesempatan menyaksikan atraksi drift show yang menjadi daya tarik utama museum. Empat peserta I-YES bahkan ikut menjajal sensasi adrenalin saat mobil melaju cepat di lintasan, disambut sorak sorai dan tepuk tangan dari rekan-rekan lainnya.

Petualangan berlanjut ke zona bertema negara-negara dunia, mulai dari suasana tradisional Tiongkok dan Turki, hingga kemegahan kerajaan Inggris yang elegan. Tiap area menghadirkan perpaduan antara edukasi dan hiburan visual, membuat peserta merasakan sensasi “berkeliling dunia” dalam satu lokasi.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan kunjungan singkat ke pusat oleh-oleh Kendedes sebelum rombongan kembali ke penginapan. Kunjungan ini tak hanya memperkaya wawasan peserta tentang sejarah dan budaya transportasi global, tetapi juga mempererat interaksi lintas budaya di antara mereka.

Melalui kegiatan ini, I-YES 2025 kembali menegaskan komitmennya sebagai program yang tidak hanya fokus pada akademik dan kebudayaan, tetapi juga pada pengalaman interaktif yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kekaguman, dan semangat belajar lintas bangsa. (asf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait