HUMANIORA – (7/8/2025) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Ninu Asyifa Firdaus, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) asal Jawa Barat, dinyatakan lolos sebagai peserta International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 3, yang akan digelar di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 6–11 Oktober 2025 mendatang.

Kabar baik ini tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Pelaksana ICSM Batch 3 Nomor: B-827/SK/01/IC-SM 3/VII/2025 yang menyatakan bahwa Ninu berhak mengikuti serangkaian kegiatan akademik dan diplomasi budaya lintas negara bersama peserta terpilih lainnya dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi se-Indonesia.
Dalam forum internasional tersebut, Ninu akan mempresentasikan artikelnya yang berjudul “Kontribusi Pendidikan Pesantren dalam Transformasi Sosial, Ekonomi, dan Nasionalisme.” Artikel ini mengangkat bagaimana peran pesantren tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mendorong perubahan ekonomi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah era modern.
“Pendidikan pesantren telah lama menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter bangsa. Namun kini, peran tersebut berkembang ke ranah pemberdayaan ekonomi dan penguatan identitas nasional. Inilah yang saya coba tampilkan dalam artikel ini,” ujar Ninu kepada Tim Infopub Humaniora melalui pesan teks.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Hum., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian yang diraih oleh Ninu. Ia menyebut prestasi ini sebagai cerminan kualitas akademik dan semangat globalisasi mahasiswa Fakultas Humaniora.
“Kami mengucapkan selamat kepada Ninu Asyifa Firdaus. Ini adalah pencapaian luar biasa yang tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik Fakultas Humaniora di kancah internasional,” ujar Dr. Galuh.
Beliau juga menekankan pentingnya terus mendukung mahasiswa untuk aktif dalam forum-forum akademik global seperti ini, sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya internasionalisasi kampus dan peningkatan kapasitas generasi muda dalam menjawab tantangan dunia global.
Partisipasi Ninu dalam ICSM #Batch 3 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Humaniora siap bersaing di level internasional, baik dalam bidang akademik, kebudayaan, maupun diplomasi global. Fakultas Humaniora terus berkomitmen mendukung berbagai bentuk kegiatan internasionalisasi mahasiswa, melalui penguatan riset, publikasi, serta pengembangan jejaring internasional.
Keikutsertaan Ninu pada konferensi yang melintasi tiga negara ASEAN ini diharapkan dapat memperluas perspektif global mahasiswa, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai pendidikan pesantren sebagai salah satu kekayaan budaya dan intelektual Indonesia kepada dunia. (al)





