HUMANIORA – (22/8/2025) Seluruh Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menandatangani Pakta Integritas pada penutupan rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Humaniora, Kamis (21/8), bertempat di Kampus III UIN Malang.
Para mahasiswa dengan penuh kesadaran menandatangani pakta integritas sebagai wujud komitmen moral dan tanggung jawab bersama. Di dalamnya, mereka menegaskan tekad untuk bekerja secara profesional, jujur, dan transparan dalam setiap tahapan kegiatan. Tidak hanya berfokus pada kelancaran teknis, para panitia juga berjanji menjaga komunikasi yang harmonis, membangun kerjasama yang solid, serta mengutamakan kepentingan mahasiswa baru sebagai pusat dari seluruh rangkaian acara.

Selain itu, mereka menyatakan kesediaan untuk menaati seluruh aturan yang telah ditetapkan, baik oleh fakultas maupun universitas, serta memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu berlandaskan nilai integritas dan akuntabilitas. Dengan semangat kolektif, panitia berkomitmen menjadikan PBAK sebagai wadah edukatif, inspiratif, dan penuh nilai kebersamaan. Penandatanganan pakta ini menjadi simbol tekad bulat seluruh panitia untuk menghadirkan PBAK yang bermakna, berkesan, dan bermanfaat bagi mahasiswa baru sebagai langkah awal perjalanan mereka di Fakultas Humaniora.
Selain itu, pakta integritas ini juga menegaskan komitmen mahasiswa baru untuk menolak gratifikasi dan segala bentuk korupsi, serta berperan aktif dalam menciptakan budaya akademik yang bersih, beretika, dan berintegritas.
Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas ini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter mahasiswa.
“Ini menjadi bentuk komitmen Fakultas dalam menanamkan nilai integritas kepada mahasiswa, sekaligus merupakan komitmen nyata mahasiswa baru untuk menjadi pemimpin yang beretika dan berintegritas di masa depan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. Galuh Nur Rochmah, M.Ed., menambahkan bahwa keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan karakter yang kuat.
“Kompetensi akademik saja tidak cukup, tetapi butuh karakter unggul. Dengan pakta integritas ini, kami berharap mahasiswa Humaniora siap memerangi kekerasan seksual, gratifikasi, dan korupsi,” tegasnya.
Usai penandatanganan pakta integritas, suasana semakin semarak dengan agenda Harmoni Humaniora. Sejumlah penampilan ditampilkan oleh mahasiswa, mulai dari tarian komunitas Srikandi, musik oleh Band Faraby, pembacaan puisi, hingga drama dan orasi yang menggugah.
Kemeriahan tersebut menjadi penutup manis bagi rangkaian PBAK Fakultas Humaniora 2025. Penandatanganan pakta integritas oleh ratusan mahasiswa baru bukan sekadar seremoni, melainkan pondasi kokoh bagi terciptanya lingkungan akademik yang bersih, jujur, aman, dan bertanggung jawab. (ul)





