MIU Login

KPU-F Humaniora Gelar Debat Dialogis Pemira 2025: Rekonstruksi Budaya Politik Mahasiswa Berbasis Nilai Humaniora

HUMANIORA – (12/11/2025) Semarak pesta demokrasi, Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa Fakultas Humaniora (KPU-F Humaniora) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Debat Dialogis Pemira 2025 dengan tema “Merekonstruksi Budaya Politik Mahasiswa: Antara Nilai Humaniora dan Tanggung Jawab Sosial”, pada Rabu (12/11/2025) di Auditorium Lantai 3 Fakultas Humaniora.

Read too:

Acara ini menjadi wadah bagi para calon pengurus organisasi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, visi, dan program kerja mereka di hadapan civitas akademika Humaniora. Debat diikuti oleh empat calon anggota Senat Mahasiswa (SEMA), satu pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), satu pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua HMPS Bahasa dan Sastra Arab, dan satu pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua HMPS Sastra Inggris.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed., yang menekankan bahwa kegiatan Pemira mencerminkan komitmen mahasiswa Humaniora dalam menjaga tradisi demokrasi yang berintegritas.

“Kami berterima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berkomitmen melaksanakan kegiatan demokratis ini. Tema debat hari ini sangat penting yaitu tentang bagaimana kita membangun budaya politik yang terus diperbaiki dari waktu ke waktu. Harapannya, tema ini tidak hanya berhenti sebagai tulisan di spanduk, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam diri setiap calon dan anggota ormawa,” ungkap Dr. Galuh dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan debat seperti ini adalah momen reflektif bagi seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) agar tidak sekadar berpartisipasi dalam pemilihan, tetapi juga menjadi bagian aktif dari pembangunan demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

“Kegiatan ini adalah bukti bahwa mahasiswa Humaniora memiliki semangat partisipatif dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Demokrasi kampus bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.

Selama debat berlangsung, masing-masing calon memaparkan visi, misi, serta strategi pengembangan organisasi dengan tetap menekankan nilai-nilai humaniora seperti etika, solidaritas, dan empati.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cakap akademik, tetapi juga matang dalam berpikir kritis, berpolitik secara beretika, dan berperan aktif sebagai agen perubahan sosial di lingkungan kampus. (unr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait