MIU Login

Komunikasi Kunci Harmoni Sosial dan Transformasi Masyarakat

HUMANIORA – (22/9/2025) Komunikasi bukan sekadar sarana bertukar informasi, melainkan salah satu elemen penting yang menentukan arah kehidupan sosial. Hal itu ditegaskan Prof. Azhar Ibrahim dalam kuliah eksklusif bertajuk “Communication for Multiculturalism and Social Transformation” pada rangkaian International Expert Talk (I-TALK) di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (22/9).

Read too:

Menurutnya, komunikasi yang baik sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat plural seperti Indonesia. Kualitas komunikasi yang sehat, dialogis, dan terbuka akan berkontribusi besar terhadap terciptanya harmoni, sekaligus mendorong transformasi sosial. Sebaliknya, kegagalan komunikasi justru dapat melahirkan keributan, prasangka, hingga konflik sosial. “Banyak masalah di Indonesia berakar dari kegagalan komunikasi pemerintah kepada rakyat,” ujarnya.

Prof. Azhar menjelaskan, ideologi juga berpengaruh terhadap gaya komunikasi seseorang. Perbedaan antara pola komunikasi yang berhaluan liberal dan kapitalis, misalnya, sering tampak dalam wacana publik dan memengaruhi cara orang menafsirkan pesan. Selain itu, rendahnya minat baca masyarakat turut menjadi faktor yang melemahkan kualitas komunikasi. Semakin rendah minat baca, semakin minim pula kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi secara konstruktif.

Ia juga menyoroti peran media digital sebagai sarana komunikasi. Di satu sisi, media digital membuka ruang dialog yang lebih luas dan efektif; namun di sisi lain, ia juga bisa menjadi sumber salah paham, polarisasi, bahkan konflik jika tidak digunakan dengan bijak.

Dalam kuliahnya, Prof. Azhar mengaitkan komunikasi dengan dunia sastra. Teori sastra, menurutnya, memiliki keterkaitan erat dengan teori komunikasi karena sastra memungkinkan seseorang menyampaikan pesan sosial melalui medium yang reflektif. Ia menyebut nama Soedjatmoko dan Seno Gumira sebagai tokoh intelektual-sastrawan yang konsisten menempatkan komunikasi sebagai alat pencerahan masyarakat.

Menutup pemaparannya, Prof. Azhar menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat menentukan kualitas komunikasi. Pendidikan yang baik akan melahirkan komunikasi yang sehat, kritis, dan humanis. “Komunikasi yang baik adalah solusi awal dalam menghadapi kompleksitas persoalan sosial. Ia bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan komitmen etis untuk membangun masyarakat yang adil dan beradab,” tandasnya. (asf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait