
HUMANIORA – (11/8/2025) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Zaqhlul Ammar, memberikan pelatihan dasar kaligrafi kepada siswa-siswi di Rungrote Wittaya School (RWS), Channa, Songkhla, Thailand. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa dalam rangka kegiatan International Student Mobility and Academic Seminar in Humanities (I-SMASH), yang diselenggarakan oleh Fakultas Humaniora sebagai bentuk penguatan peran global mahasiswa dalam promosi budaya dan keterampilan humaniora di tingkat internasional.
Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) asal Aceh yang dikenal sebagai seniman kaligrafi berbakat ini bukanlah sosok asing dalam dunia kaligrafi. Ia telah beberapa kali menjuarai perlombaan kaligrafi tingkat nasional, dan kini membawa ilmunya hingga ke luar negeri untuk berbagi keindahan seni Islam kepada pelajar di Thailand.
Dalam sesi pelatihannya, Zaqhlul tak hanya mengajarkan teknik dasar menulis huruf Arab yang indah, namun juga menyampaikan filosofi dan nilai spiritual di balik setiap goresan kaligrafi, menjadikan sesi ini tidak hanya edukatif tetapi juga menyentuh sisi artistik dan religius para peserta.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Hum., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi Zaqhlul di kancah internasional. Ia menyebut bahwa aksi ini bukan hanya bentuk pengabdian mahasiswa, tetapi juga bagian dari diplomasi budaya yang penting di era global.
“Kami sangat bangga atas dedikasi Zaqhlul Ammar. Ia tidak hanya membawa keterampilan yang luar biasa dalam bidang kaligrafi, tetapi juga membawa semangat budaya Islam Indonesia ke ranah global. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa Fakultas Humaniora mampu menjadi duta budaya yang inspiratif,” ujar Dr. Galuh.
Melalui kegiatan ini, Zaqhlul Ammar telah membuktikan bahwa seni, khususnya kaligrafi Arab, dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarbangsa dan mengenalkan nilai-nilai luhur Islam secara damai dan kreatif.
Fakultas Humaniora terus mendukung mahasiswa berbakat untuk mengembangkan potensi mereka di tingkat global, serta menumbuhkan semangat kolaborasi lintas budaya demi membangun dunia yang lebih saling memahami melalui pendekatan humaniora. (al)





