HUMANIORA – (15/10/2025) Guru Besar Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang diundang oleh Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, dalam kegiatan Academic & Research International Seminar (AReIS) yang digelar pada 13–16 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Library Auditorium Hall UniSZA mulai pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat. Seminar internasional ini mengusung tema “Empowering Language and Communication Education for Future Ready Minds”, dengan fokus memperkuat peran bahasa dan komunikasi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Read too:
- Bagikan Pengalaman Berharga dalam Humaniora Research Awards 2025: Dari Ekokritik hingga Refleksi Lingkungan
- Bangun Semangat Qur’ani, Mahasiswa Humaniora UIN Malang Sukses di MTQ Jatim
Prof. Muassomah, M. Pd., Guru Besar Bahasa Arab dari Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia, diundang sebagai keynote speaker. Ini menjadi kehormatan tersendiri, mengingat kiprah akademiknya yang luas di bidang bahasa Arab. Prof. Muassomah dijadwalkan menyampaikan pidato kunci yang akan membuka rangkaian sesi ilmiah AReIS 2025.

Dalam pidatonya, Prof. Muassomah menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sumber belajar bahasa Arab. Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini membuka ruang baru bagi pembelajaran bahasa Arab yang lebih interaktif, kontekstual, dan mudah diakses. Berbagai platform daring, aplikasi pembelajaran, serta kecerdasan buatan dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar, baik di dalam maupun di luar kelas.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan dosen dalam mengintegrasikan teknologi secara pedagogis. Teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pendidik, tetapi menjadi alat bantu yang memperkuat proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, peserta didik dapat mengakses sumber bahasa Arab otentik dari berbagai penjuru dunia, berlatih keterampilan bahasa melalui interaksi daring, serta memperoleh umpan balik secara real-time untuk meningkatkan kemampuan mereka.

AReIS 2025 diikuti oleh akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara. Seminar ini menjadi wadah kolaborasi internasional yang mempertemukan beragam perspektif keilmuan. Melalui kehadiran Prof. Muassomah, Indonesia diwakili dalam diskursus internasional mengenai pendidikan bahasa dan komunikasi, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Partisipasi Prof. Muassomah dalam AReIS 2025 menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kontribusinya di dunia pendidikan dan penelitian. Kehadiran beliau tidak hanya mengangkat reputasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan memperluas jangkauan jejaring akademik lembaga di tingkat internasional.
Dengan melibatkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Prof. Muassomah, AReIS 2025 diharapkan mampu melahirkan ide-ide inovatif dan kerja sama konkret yang mendukung kemajuan pendidikan bahasa dan komunikasi global. Seminar ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat pemikiran dan inovasi pendidikan dunia. (al)





