HUMANIORA – (14/10/2025) Humaniora Research Awards 2025 kembali membuktikan perannya sebagai ruang strategis untuk melahirkan karya-karya riset inovatif dari mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kritis dan melakukan penelitian secara serius, tetapi juga difasilitasi untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka ke ranah ilmiah yang lebih luas.
Read too:
- Humaniora Research Awards 2025 Digelar, Dr. Muzakki Afifuddin: Dorong Budaya Riset Mahasiswa UIN Malang Semakin Kuat
- Puluhan Mahasiswa Paparkan Temuan Riset dalam Student’s Conference Humaniora Research Awards 2025
Salah satu pembimbing dalam kegiatan ini, Dr. Laily Fitriani, M.Pd., mengungkapkan antusiasme mahasiswanya dalam menggarap topik penelitian yang relevan dengan tema besar tahun ini, yakni ekokritisisme dan lingkungan. “Mahasiswi bimbingan saya sangat bersemangat dalam melakukan penelitian terkait topik Ekokritik ini, mereka mengambil judul Alienasi Ekologis dalam Puisi Faragh Fasigh karya Mahmud Darwis dengan pendekatan ekologi Greg Garrad,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Laily menyoroti keunikan proses bimbingan yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa semester atas dan bawah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menciptakan dinamika akademik yang saling menguatkan. “Konsep kolaborasi antara semester atas dan bawah menjadi hal yang menarik karena mereka saling mengisi dan menguatkan selama proses bimbingan,” tambahnya.
Kegiatan riset mahasiswa ini tidak berhenti pada tahap presentasi di forum Students’ Conference saja. Salah satu ciri khas dari Humaniora Research Awards adalah adanya kewajiban menghasilkan artikel ilmiah sebagai luaran akhir. Artikel tersebut diarahkan untuk siap dipublikasikan dalam jurnal atau prosiding, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam siklus riset akademik yang lengkap mulai dari perumusan ide hingga publikasi.
Dr. Laily menilai kebijakan ini sangat membantu mahasiswa untuk menyalurkan ide-ide segar mereka ke ranah penelitian yang lebih luas. “Luaran artikel sebagai luaran Humaniora Research Award 2025 ini juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mempublikasikan ide-ide inovatif dan menarik bagi peneliti selanjutnya,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, Humaniora Research Awards 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi platform publikasi dan diseminasi ilmiah bagi mahasiswa. Fakultas Humaniora berharap model ini dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa semakin terbiasa menulis artikel ilmiah yang bermutu, berjejaring, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan semangat tersebut, kegiatan ini semakin memperkuat budaya riset di lingkungan kampus dan membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk menapaki dunia penelitian secara lebih profesional sejak dini. Humaniora Research Awards telah menjadi pijakan penting bagi lahirnya generasi muda peneliti yang kritis, kolaboratif, dan produktif. (al)





