HUMANIORA – (8/12/2025) Grand Final JakaRara Humaniora 2025 kembali menghadirkan panggung megah bagi para mahasiswa terbaik Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Diselenggarakan pada Minggu, 7 Desember 2025 di Ruang Teater Fakultas Humaniora, acara ini menjadi puncak dari rangkaian panjang seleksi ketat yang sebelumnya diikuti sekitar 40 mahasiswa lintas program studi. Dari proses tersebut, terseleksi 12 finalis yang tampil memukau dalam puncak grand final.
Read too:
- Mahasiswa Humaniora Raih Medali Perak di Kejurnas Kickboxing Indonesia 2025
- Bakat Desain UI/UX, Mahasiswa Humaniora Raih Juara dalam Ajang Nasional Desain Aplikasi Al-Qur’an
JakaRara Humaniora tidak sekadar memilih duta fakultas, tetapi juga berfungsi sebagai program pembinaan yang digagas oleh Komunitas Pesona Humaniora. Sejak awal, kegiatan ini diarahkan untuk mengasah kemampuan public speaking, literasi budaya, kepemimpinan, serta karakter mahasiswa secara komprehensif.
Seleksi yang dilalui para finalis cukup ketat, mencakup sesi wawancara, penampilan bakat, hingga public speaking spontan yang menantang. Banyak finalis tampil percaya diri dengan menampilkan penguasaan bahasa asing—baik Inggris maupun Arab—yang menjadi ciri khas kompetensi mahasiswa Fakultas Humaniora.
Atmosfer acara yang hangat dan profesional, panggung yang ditata elegan, serta dukungan civitas akademika turut menjadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran nonformal yang penting dalam pengembangan kapasitas diri mahasiswa.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi kepada para finalis, panitia, dan pembina komunitas. Ia menegaskan bahwa JakaRara bukan hanya ajang kompetisi, tetapi forum untuk melahirkan generasi mahasiswa yang kreatif dan inovatif.
“Para finalis diharapkan bisa turut mendorong inovasi dalam kegiatan kemahasiswaan di fakultas. Mereka dapat mengajak mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan-tantangan baru di era digital,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Komunitas Pesona Humaniora sekaligus dosen Fakultas Humaniora, Whida Rositama, M.Hum., menyampaikan apresiasi terhadap seluruh mahasiswa yang terlibat dalam JakaRara 2025.
Whida menegaskan bahwa keberhasilan acara ini bukan hanya terlihat pada kemegahan Grand Final, tetapi juga pada proses panjang yang ditempuh mahasiswa selama berbulan-bulan. Mulai dari latihan public speaking, pembinaan karakter, hingga pengembangan bakat, seluruh rangkaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Humaniora mampu mengelola sebuah program besar dengan penuh komitmen.
“Mahasiswa Humaniora memiliki potensi besar untuk tampil sebagai representasi yang layak dibanggakan, dan acara ini membuktikannya,” ungkap Whida.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta mata kuliah profesi dan seluruh anggota Komunitas Pesona Humaniora yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara ini. Menurutnya, sesi-sesi kompetitif seperti public speaking spontan membuktikan bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan kompetensi aktual di hadapan publik.
Whida berharap JakaRara Humaniora dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan diri, mengasah soft skills, dan berani menghadapi tantangan baru di dunia profesional.
JakaRara Humaniora 2025 kembali membuktikan bahwa Fakultas Humaniora tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menyediakan ruang luas untuk membangun karakter, keberanian, kreativitas, serta kepemimpinan. Ajang ini diharapkan terus berkembang dan menjadi tradisi prestisius yang melahirkan generasi Humaniora yang unggul dan berdaya saing global. [asf]





