MIU Login

Gandeng TNI dan Polri, Mahasiswa Humaniora Pimpin Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja

HUMANIORA – (4/2/2026) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan taji dalam pengabdian masyarakat. Kali ini, Muchammad Mufti Akmal, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) semester 6, tampil aktif menjadi motor penggerak sekaligus moderator dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja di SMP Islam Kalipare, Rabu (28/1/2026).

Read too:

Kegiatan yang mengusung tema “Siap Beranjak Dewasa, dengan Akhlak Mulia” ini terasa istimewa karena menyatukan perspektif akademis mahasiswa dengan arahan praktis dari unsur TNI dan Polri.

Bertempat di aula sekolah, acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Serka Zaenal Abidin (TNI Babinsa Kalipare), Aipda Suciono (Polisi Babinkamtibmas), Kepala Dusun Duren, serta Kepala SMP Islam Kalipare, Lustini.
Dalam sambutannya, Lustini mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan aparat yang peduli terhadap mentalitas siswa. Menurutnya, di era modern yang dinamis ini, kontrol terhadap pola pikir siswa harus diperketat.

“Kita perlu menyeimbangkan Imtaq (Iman dan Taqwa) serta Imtek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Landasan agama Islam harus menjadi pacuan hidup, sementara Pancasila menjadi landasan kita bernegara,” tegas Ibu Lustini di hadapan sekitar 90 siswa kelas 8 yang hadir.

Dalam sesi yang sama, Serka Zaenal Abidin (TNI Babinsa Kalipare) menyatakan bahwa fenomena bullying yang kerap menghantui dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa bullying bukan sekadar gurauan, melainkan tindakan sengaja yang berdampak pada kesehatan mental jangka panjang.

Bullying dapat dicegah dengan menanamkan nilai empati dan budaya menghargai sejak dini. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua siswa untuk berinteraksi tanpa rasa takut,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penanganan kenakalan remaja, khususnya perundungan, memerlukan keterlibatan semua pihak—mulai dari guru, orang tua, hingga konselor— melalui pendekatan edukatif dan komunikasi yang terbuka.

Keterlibatan Mufti Akmal dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Humaniora mampu menjadi jembatan komunikasi antara aparat keamanan dan dunia remaja. Materi yang disampaikan diharapkan mampu mendorong keberanian siswa untuk peduli, melapor, dan menyelesaikan masalah secara bijak.

“Harapan saya, sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang inklusif. Kita ingin adik-adik di sini tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter dan bertanggung jawab atas tindakannya,” papar Mufti saat diwawancara tim Infopun Humaniora.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para siswa tampak antusias berdiskusi mengenai tantangan masa remaja bersama mahasiswa dan petugas Babinsa serta Babinkamtibmas setempat. [unr/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait