HUMANIORA – (19/11/2025) Peran neuropsikolinguistik untuk mempermudah pembelajaran balaghah menjadi fokus utama dalam kuliah umum yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. H. Sutaman, MA., Dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam rangkaian kegiatan awal lecture mobility di Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Acara tersebut berlangsung di auditorium Fakultas Humaniora dan dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta mahasiswa semester tiga hingga tujuh.
Read too:
- Humaniora Bekali Alumni dengan Keterampilan Komunikasi dan Sosial
- Mahasiswa Humaniora Raih Juara 2 Debat Bahasa Arab di Gebyar Bahasa Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. H. Nazaruddin, yang menegaskan pentingnya kolaborasi akademik antarfakultas dalam menguatkan kualitas pembelajaran kebahasaaraban. Dalam kesempatan itu, Sutaman memaparkan bagaimana neuropsikolinguistik dapat menjadi pendekatan strategis untuk mengatasi kompleksitas materi balaghah yang selama ini dirasa sulit oleh sebagian besar mahasiswa.
Menurutnya, pembelajaran balaghah tidak hanya memerlukan pemahaman teori retorika Arab, tetapi juga membutuhkan pemahaman tentang bagaimana otak bekerja dalam memproses bahasa, makna, dan stilistika. Melalui pendekatan neuropsikolinguistik, pengajar dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan cara kerja kognitif mahasiswa, mengurangi beban kognitif, serta memperkuat daya serap konsep melalui stimulus multimodal dan aktivasi memori yang tepat.

“Ketika proses mental mahasiswa difasilitasi dengan benar, balaghah dapat dipahami dengan lebih mudah, runtut, dan menyenangkan. Pendekatan ini menjembatani teori klasik dengan cara belajar modern,” ujar Sutaman dalam penyampaiannya.
Para peserta memberikan respons positif, terlihat dari antusiasme dalam sesi diskusi yang membahas penerapan neuropsikolinguistik secara praktis dalam kelas BSA. Kuliah umum ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong inovasi pembelajaran serta memperkuat jejaring akademik antara Fakultas Humaniora UIN Malang dan UIN Ar-Raniry.
Program lecture mobility ini juga menjadi bukti komitmen kedua institusi dalam menghadirkan perspektif baru, metode mutakhir, dan peningkatan kualitas kompetensi mahasiswa dalam kajian kebahasaaraban. [unr]





