HUMANIORA – (20/10/2025) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali menggelar kegiatan tahunan bergengsi bertajuk Festival Budaya (Fesbud) Sanjaya 2025, yang berlangsung pada 20 hingga 25 Oktober 2025. Mengusung tema “Lestari Dharma, Nyelaras Budaya Nusantara,” kegiatan ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa dalam meneguhkan komitmen pelestarian budaya sekaligus memperkuat jati diri kebangsaan melalui ekspresi seni dan kolaborasi lintas budaya.
Read too:
- Humaniora Academic Expo 2025: Generasi Cakap Digital, Kreatif, dan Berbudaya
- Buka Humaniora Academic Expo 2025, Dekan Humaniora Ajak Mahasiswa Kreatif dan Produktif
Acara pembukaan berlangsung meriah di Aula Fakultas Humaniora lantai 3 Kampus 3 UIN Malang, Senin (20/10), dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, dengan dihadiri jajaran dekanat serta ratusan mahasiswa. Dalam sambutannya, Dr. Faisol mengapresiasi semangat mahasiswa yang terus menjaga nilai-nilai kebudayaan di tengah arus modernitas. “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebudayaan sebagai bagian dari keilmuan dan jati diri bangsa,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Fesbud 2025, Yoga Ardiansyah, menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar upaya mengenang masa lalu, melainkan menumbuhkan kembali jiwa budaya dalam diri generasi muda. “Festival ini kami rancang sebagai ruang ekspresi, pembelajaran, dan kolaborasi lintas budaya. Kami berharap kegiatan ini mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus mencintai dan menghidupkan nilai-nilai luhur budaya Nusantara,” ungkapnya.

Kegiatan ini semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dan budaya, mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga teater sastra. Salah satu penampilan yang memukau adalah tari persembahan dari Komunitas Tari Mahasiswa Srikandi, yang menggambarkan harmoni dan keanggunan budaya Indonesia.
Peserta Fesbud 2025 mengikuti berbagai lomba, seperti lomba baca puisi, monolog, dan lomba tari untuk eksternal. Sedangkan untuk internal terdapat serangkaian lomba seperti rangking 1, musik, serta lomba futsal.
Sebagai kegiatan tahunan yang dinanti, Festival Budaya Sanjaya 2025 tidak hanya menjadi wadah pelestarian seni, tetapi juga simbol sinergi antara tradisi, kreativitas, dan intelektualitas mahasiswa Humaniora dalam merawat keberagaman budaya bangsa. (unr)





