HUMANIORA – (20/10/2025) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi membuka Festival Budaya (Fesbud) Sanjaya 2025 pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Aula Fakultas Humaniora lantai 3 Kampus 3 UIN Malang. Acara yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini mengusung tema “Lestari Dharma, Nyelaras Budaya Nusantara,” dan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Humaniora untuk merayakan serta merefleksikan makna kebudayaan dalam kehidupan beragama dan berbangsa.
Read too:
- DEMA Humaniora Gelar Festival Budaya 2025: Lestarikan Nilai dan Harmoni Budaya Nusantara
- Humaniora Academic Expo 2025: Generasi Cakap Digital, Kreatif, dan Berbudaya
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fitrah manusia. Menurutnya, budaya lahir dari kebutuhan manusia untuk mengekspresikan diri, berinteraksi, serta membangun makna dalam kehidupan bersama. “Sejak awal peradaban, budaya tumbuh seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri—dalam bahasa, seni, adat, simbol, dan perilaku sosial yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Faisol menjelaskan bahwa agama hadir bukan untuk meniadakan budaya, melainkan untuk menuntun dan menyelaraskannya agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai kebenaran dan kemaslahatan. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah ﷺ menghargai tradisi masyarakat Arab, tidak dengan menghapusnya, tetapi dengan memperbaiki dan memurnikannya, menjadikannya sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.
“Agama dan budaya bukanlah dua entitas yang harus dipertentangkan,” tegasnya. “Agama adalah cahaya yang menerangi jalan budaya, sementara budaya adalah wadah ekspresi fitrah manusia yang diwarnai oleh nilai-nilai ilahiah. Keduanya saling melengkapi—agama membimbing arah budaya, dan budaya menjadi jembatan agar nilai-nilai agama dapat hidup dan membumi dalam realitas manusia.”
Pembukaan Festival Budaya Sanjaya 2025 berlangsung khidmat dan inspiratif, dihadiri oleh jajaran dekanat, dosen, serta ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora menegaskan kembali komitmennya untuk menumbuhkan kesadaran budaya yang berakar pada nilai-nilai humanis dan spiritual, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai penjaga warisan nilai luhur bangsa di tengah dinamika globalisasi. (al)





