MIU Login

Belajar Tanpa Batas: Peserta I-YES 2025 Ajak Siswa Sekolah Berbagi Budaya Dunia

HUMANIORA – (30/10/2025) Suasana hangat dan penuh warna budaya menyelimuti ruang kelas MTs Ma’arif Singosari, Kamis (30/10), ketika peserta International Youth Enhancing Study (I-YES) 2025 datang berkunjung. Sesi bertajuk Cross Cultural Sharing Session ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian kegiatan I-YES yang digelar oleh Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Read too:

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan lintas bangsa antara peserta internasional dan para siswa lokal, tempat di mana pembelajaran tak hanya berlangsung melalui buku, tetapi juga melalui senyum, tawa, dan cerita tentang kebudayaan dunia.

Sejak pagi, para peserta I-YES dari berbagai negara sudah bersiap dengan busana khas dan semangat berbagi yang tinggi. Mereka memperkenalkan bahasa, lagu, dan tarian tradisional dari negara asal masing-masing kepada siswa-siswi MTs Ma’arif.

Salah satu peserta, Prince Sheku Tongos Marah dari Sierra Leone, mengajarkan tarian khas negerinya yang penuh ritme dan energi. Gerakan sederhana namun dinamis itu dengan cepat diikuti oleh para siswa yang tertawa riang sembari mencoba menyesuaikan langkah.

Sementara itu, Abdulhamid Hilal Kabir dari Nigeria berkolaborasi dengan peserta asal Indonesia, Emah Hotimah, untuk mengajak para siswa bernyanyi dan berdansa bersama. Irama lagu Afrika berpadu dengan semangat Nusantara, menciptakan suasana kelas yang semarak dan penuh keakraban.

Tak kalah menarik, Omary Ahmed Mohamed dari Tanzania tampil mengenakan busana tradisional khas negaranya. Dengan penuh percaya diri, ia memperkenalkan tarian rakyat Tanzania yang sarat makna kebersamaan dan semangat hidup.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tak hanya belajar gerakan dan bahasa baru, tetapi juga memahami nilai saling menghargai dalam keberagaman. “Jarang-jarang ada orang luar negeri masuk kelas. Senang sekali, saya belajar bahasa Nigeria hari ini!” ujar Avi, salah satu siswa yang tampak gembira usai sesi berlangsung.

Interaksi yang tercipta dalam Cross Cultural Sharing Session ini menggambarkan dengan indah bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan pemersatu antarbangsa. Melalui kegiatan ini, para peserta I-YES dan siswa MTs Ma’arif tidak hanya bertukar budaya, tetapi juga menanamkan semangat toleransi, rasa ingin tahu, dan apresiasi terhadap keragaman dunia.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat global dan nilai kemanusiaan dapat tumbuh di ruang kelas sederhana. Dari Singosari, pesan perdamaian dan persahabatan lintas bangsa bergema hangat yang menunjukkan bahwa belajar sesungguhnya tidak mengenal batas negara maupun bahasa. (unr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait