HUMANIORA – (21/11/2025) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan kegiatan akademik melalui Guest Lecture bertema “Postmodernism: Critiques, Principles, and Educational Relevance” pada Selasa, 18 November 2025. Acara ini berlangsung di Ruang Teater Fakultas Humaniora dan dihadiri oleh mahasiswa Sastra Inggris yang antusias mendalami kajian-kajian budaya kontemporer.
Read too:
- Dosen Humaniora Paparkan Arah Pengembangan Lembaga dalam FGD di UIN Ar-Raniry Aceh
- Dosen Humaniora Sampaikan Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry, Bahas Neuropsikolinguistik dalam Pembelajaran Balaghah
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA, guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang dikenal luas dalam kajian komunikasi, budaya, dan pemikiran kritis. Acara dipandu oleh Dr. Agwin Degaf, M.A. sebagai host, yang membuka diskusi dengan pengantar tentang urgensi memahami postmodernisme dalam membaca fenomena sosial dan literer masa kini.

Dalam pemaparannya, Prof. Andrik menjelaskan bahwa postmodernisme adalah sebuah fase pemikiran yang lahir dari kritik terhadap narasi besar modernisme. Ia menekankan bagaimana paradigma ini menantang ide-ide mapan tentang kebenaran tunggal, objektivitas, dan struktur sosial yang kaku.
“Postmodernisme mengajak kita mempertanyakan ulang apa yang dianggap stabil. Ia membuka ruang bagi pluralitas, keberagaman makna, dan interpretasi tanpa batas,” ungkap Prof. Andrik dalam sesi presentasinya.
Beliau juga menyoroti relevansi postmodernisme dalam dunia pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran sastra dan ilmu humaniora. Menurutnya, pendekatan postmodern memungkinkan mahasiswa lebih kritis, kreatif, dan reflektif terhadap teks maupun realitas sosial yang mereka hadapi sehari-hari.
Mahasiswa yang hadir menyambut hangat materi yang diberikan, terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung pada sesi tanya jawab. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan teori postmodern dalam analisis sastra, media, hingga isu-isu sosial di era digital.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Inggris berharap dapat terus menghadirkan forum akademik yang memperkuat wawasan mahasiswa dalam memahami teori-teori kajian budaya kontemporer, sekaligus mendorong mereka untuk lebih aktif berpikir kritis dalam ruang akademik maupun kehidupan sehari-hari. [unr]





