HUMANIORA – (24/11/2025) Menulis dalam kelas English as a Foreign Language (EFL) kini memasuki fase baru. Jika sebelumnya mahasiswa hanya diminta mengikuti prompt atau instruksi tetap, kini penulisan berkembang menjadi proses dialogis yang hidup, dinamis, dan kolaboratif. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membuka ruang baru bagi interaksi antara penulis dan teknologi, sehingga aktivitas menulis tidak lagi sekadar menghasilkan teks, tetapi membangun percakapan akademik yang kritis dan kreatif.
Read too:
- Prodi BSA Dorong Kualitas Publikasi Mahasiwa, Hadirkan Pakar Penelitian Sastra Arab dari UIN Surakarta
- Pra Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy: Ruang Belajar Asik Selami Penelitian Sastra
Untuk memperdalam pemahaman tentang perubahan tersebut, Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan International Scholar Engagement pada Jumat, 21 November 2025. Acara ini menghadirkan narasumber internasional, Master of TESOL, Truong Tao Uyen, dari Vietnam, dengan tema “Rethinking EFL Writing in AI-Mediated Classroom: From Prompts to Dialogue.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini berhasil menarik perhatian ratusan mahasiswa Fakultas Humaniora yang antusias mengikuti sesi diskusi.

Dalam acara yang dipandu oleh Master of English Literature, Asni Furaida, peserta diajak memasuki paradigma baru penulisan EFL di era digital—dari riset menuju praktik. Uyen menjelaskan bahwa teknologi AI tidak hanya menjadi alat bantu linguistik, tetapi juga partner pedagogis yang mampu merangsang percakapan, memberikan feedback, serta membantu mahasiswa membangun struktur berpikir yang lebih matang. Ia menekankan bahwa menulis bersama AI mampu memperkuat kemampuan refleksi, analisis, dan eksplorasi ide secara lebih mendalam.

Suasana diskusi berlangsung hidup ketika mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang etika penggunaan AI, batas-batas kreativitas, serta bagaimana teknologi dapat menjadi ruang pembelajaran yang aman dan interaktif. Melalui forum ini, Fakultas Humaniora ingin membuka cara pandang baru tentang masa depan penulisan, sekaligus menegaskan pentingnya literasi digital, critical thinking, dan pemanfaatan teknologi secara bijaksana.
Dengan terselenggaranya kegiatan internasional ini, Fakultas Humaniora kembali menunjukkan komitmennya dalam menjembatani mahasiswa menuju ekosistem pembelajaran global yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. [alv]





