HUMANIORA – (28/10/2025) Setelah menikmati pesona Kota Malang melalui agenda City Tour bersama Bus Macito, peserta International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025 melanjutkan kegiatan “Indonesia Insight” dengan berkunjung ke Museum Brawijaya, Jalan Ijen No. 25A, Kota Malang. Kunjungan ini menjadi kesempatan istimewa bagi para mahasiswa internasional untuk menyelami lebih dekat sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Read too:
- Peserta I-YES 2025, Eksplorasi Keindahan Malang dengan MACITO
- Humaniora Bekali Peserta I-YES 2025 Wawasan Bahasa dan Budaya Indonesia
Dibangun pada tahun 1962 oleh Brigjen TNI (Purn) Soerachman, mantan Pangdam V/Brawijaya periode 1959 – 1962, Museum Brawijaya berdiri sebagai ruang pelestarian nilai-nilai perjuangan TNI dan patriotisme generasi pendahulu. Di bawah bimbingan pemandu Hasan B., peserta I-YES 2025 diajak menyusuri setiap sudut museum yang sarat cerita perjuangan.

Berbagai koleksi penting dipamerkan, mulai dari senjata dan perlengkapan militer, dokumen perjuangan, hingga kendaraan tempur yang digunakan pada masa revolusi kemerdekaan. Suasana historis terasa kuat saat peserta melihat langsung bukti-bukti nyata kegigihan prajurit Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan perpustakaan Museum Brawijaya yang menyimpan ratusan koleksi buku dan dokumen sejarah. Fasilitas ini tidak hanya menjadi rujukan akademik, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan nilai patriotisme dan wawasan kebangsaan bagi masyarakat luas.

Antusiasme peserta begitu terlihat sepanjang kegiatan. Farooq Ali Husein, peserta asal Yaman, mengungkapkan kekagumannya terhadap pembelajaran lintas budaya yang ia dapatkan.
“Saya sangat suka dengan sejarah, dan hari ini saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang perjuangan Indonesia, khususnya di Malang,” ujarnya penuh semangat.
Salah satu panitia pendamping juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar wisata edukasi, tetapi pembelajaran nilai dan karakter.
“Melihat langsung peninggalan sejarah membuat peserta semakin memahami makna kemerdekaan. Ini pengalaman yang menginspirasi dan memupuk semangat persahabatan antarbangsa.”
Melalui kunjungan ini, peserta Humaniora I-YES 2025 diajak menyadari bahwa sejarah bukan hanya catatan masa lalu, melainkan fondasi berharga untuk membangun masa depan. Museum Brawijaya menjadi saksi perjalanan berharga bagi para peserta dalam mengenal Indonesia melalui lensa patriotisme dan perjuangan bangsanya. (asf)





