HUMANIORA – (27/10/2025) Ketua Panitia International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025, Dr. Lina Hanafiyah, M.Pd, menegaskan kembali komitmen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat jejaring dan pemahaman antarbangsa melalui dialog budaya dan akademik global. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutan pembukaan I-YES 2025 yang digelar di ruang teater lantai 3 Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan suasana meriah dan penuh antusiasme.
Read too:
- Humaniora I-YES 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan 20 Peserta Mancanegara
- Ikuti Humaniora Academic Expo 2025, Begini Kesan Mahasiswa
Dalam sambutannya, Dr. Lina mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi, tamu undangan, civitas akademika, serta peserta internasional yang datang dari berbagai negara.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut rekan-rekan mahasiswa dari berbagai belahan dunia dalam kegiatan yang mempertemukan semangat akademik dan budaya ini. Selamat datang di rumah ilmu dan budaya Fakultas Humaniora,” ujarnya penuh antusias.

Mengusung tema “Bridging Cultures for Global Peace”, I-YES 2025 menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemuda dunia dalam satu ruang interaksi yang menjunjung perdamaian, kolaborasi, dan saling pemahaman.
“Melalui dialog budaya dan kegiatan akademik lintas negara, kita sedang membangun jembatan perdamaian global dari Malang untuk dunia. Di sini, kalian belajar untuk memahami perbedaan dan merayakan keberagaman,” lanjutnya.
Kegiatan I-YES tahun ini mencatat 134 pendaftar dari 18 negara, namun hanya 30 peserta terpilih yang berkesempatan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama lima hari. Para peserta akan terlibat dalam kelas tematik internasional, kunjungan budaya, kolaborasi edukatif, hingga Cultural Exchange Night sebagai bentuk apresiasi seni dan tradisi masing-masing bangsa.
Dr. Lina juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pimpinan universitas, panitia, dosen, hingga sponsor yang ikut berkontribusi dalam mewujudkan kegiatan ini.
“Terima kasih atas kerja keras dan dukungan yang luar biasa. Tanpa sinergi ini, I-YES 2025 tidak mungkin terlaksana sebaik ini,” tegasnya.
Di akhir sambutan, ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan pengalaman ini sebagai momentum memperluas wawasan global serta menjaga hubungan persahabatan antarnegara.
“Nikmati setiap prosesnya, serap ilmu sebanyak-banyaknya, dan bawalah pulang pesan perdamaian untuk masa depan dunia yang lebih baik,” tutupnya.
Dengan semangat kolaboratif yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, I-YES 2025 semakin mengukuhkan Fakultas Humaniora sebagai ruang yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga memperjuangkan harmoni global melalui kekuatan budaya dan bahasa. (asf)





