MIU Login

Lecturer Mobility Humaniora: Dr. Ahmad Ghozi Bahas Cultural Studies di UIN Bandung

HUMANIORA – (7/10/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jejaring akademik lintas kampus melalui program Lecturer Mobility 2025, yang kali ini berkolaborasi dengan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, 2 Oktober 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan dihadiri puluhan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris.

Read too:

Dalam kegiatan ini, Fakultas Humaniora mengirimkan Dr. Ahmad Ghozi, M.A., dosen Program Studi Sastra Inggris yang berfokus pada bidang Cultural Studies, sebagai narasumber utama. Melalui sesi kuliah tamu dan co-teaching, Dr. Ghozi membawakan materi bertema Introduction to Literary Analysis sekaligus memperkenalkan Cultural Studies sebagai salah satu rumpun ilmu dalam humaniora yang memiliki karakter interpretatif–reflektif.

Dalam paparannya, Dr. Ghozi menjelaskan bahwa Cultural Studies tidak hanya menelaah teks sastra, tetapi juga menafsirkan berbagai fenomena budaya dengan meminjam perspektif dari ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, dan politik. “Pendekatan dalam Cultural Studies bukan sekadar mengukur, tetapi memahami makna di balik praktik budaya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa di banyak universitas di dunia, Cultural Studies menjadi bagian integral dari fakultas humaniora atau arts karena bersinggungan erat dengan studi nilai, identitas, dan representasi sosial.

Kegiatan ini berlangsung interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi dan pemberian contoh-contoh objek riset yang potensial diangkat dari karya Sastra Inggris maupun produk budaya populer sebagai bahan penelitian mahasiswa. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, menunjukkan minat tinggi terhadap pendekatan interdisipliner dalam memahami karya dan budaya.

Program Lecturer Mobility ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperluas kemitraan antarfakultas dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Melalui kegiatan semacam ini, Fakultas Humaniora berkomitmen membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan kajian global.

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, program Lecturer Mobility merupakan bentuk nyata dari semangat Humaniora untuk menjadi jembatan keilmuan lintas budaya dan institusi.

“Kami memandang program ini sebagai investasi akademik jangka panjang. Melalui Lecturer Mobility, dosen dan mahasiswa tidak hanya bertukar wawasan, tetapi juga membangun jejaring riset dan pembelajaran lintas kampus. Ini adalah cara kami memperkuat tradisi akademik yang dinamis dan kolaboratif,” ungkap Dr. Halimi.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu humaniora yang relevan dengan tantangan zaman, serta menjadi pelopor dalam memperluas cakrawala berpikir global di lingkungan akademik Islam Indonesia. (unr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait