HUMANIORA – (19/9/2025) Dalam pembukaan acara International Scholar Engagement (ISE) pada Kamis (18/9), Wakil Dekan Bidang AUPK Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Miftahul Huda, Ph.D., menekankan urgensi tema yang diangkat, “Ethnolinguistics and Its Significance: From the Himalayas to Indonesia”. Acara ini menghadirkan pakar linguistik internasional, Dr. Mark W. Post dari The University of Sydney.
Read too:
- Mahasiswa Humaniora Ukir Prestasi di Ajang KTI 2025
- Unit Penunjang Fakultas Siap Tingkatkan Atmosfer Akademik Humaniora
Dalam sambutannya, Miftahul Huda menegaskan bahwa etnolinguistik bukan hanya kajian tentang bahasa, tetapi juga jendela untuk memahami bagaimana budaya tercermin dalam bahasa dan bagaimana identitas terbentuk.
“Kajian ethnolinguistics membuka wawasan interdisipliner tentang relasi bahasa dan budaya, memperkaya metodologi riset mahasiswa, menumbuhkan literasi global, serta memperkuat identitas akademik mereka sebagai intelektual muda yang berpikir global sekaligus berakar lokal,” ungkapnya.

Mifta menggarisbawahi bahwa tema ini memiliki urgensi besar, baik bagi pengembangan kualitas akademik mahasiswa maupun penguatan kelembagaan. Kehadiran linguis berkelas dunia seperti Dr. Mark W. Post dinilai sebagai momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat atmosfer akademik, serta menegaskan posisi Fakultas Humaniora sebagai pusat kajian bahasa dan budaya yang unggul dan berdaya saing global.
Lebih lanjut, alumni Ph.D. Universitas Antwerpen, Belgia itu menambahkan bahwa mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris (Sasing) dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti forum ini. Hal itu sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Humaniora dalam menyediakan ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan wacana dan perspektif global.
“ISE ini merupakan bagian penting dari visi internasionalisasi Fakultas Humaniora. Melalui kegiatan seperti ini, kami tidak hanya meningkatkan reputasi akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian dan inovasi kurikulum dengan jejaring akademisi dunia,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Miftahul Huda menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dr. Mark W. Post yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dr. Mark W. Post. Semoga forum ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membawa inspirasi dan membuka peluang kerjasama di masa mendatang,” pungkasnya. (al)





