HUMANIORA – (21/8/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar koordinasi awal perkuliahan pada Kamis, 21 Agustus 2025, bertempat di ruang teater lantai 3. Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Humaniora serta dua pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik, Basri Zain, Ph.D., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Trio Supriyatno, Ph.D. Kehadiran keduanya memberikan arahan penting terkait arah pengembangan fakultas ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Basri Zain, Ph.D., menegaskan bahwa Fakultas Humaniora memiliki tantangan besar dalam menjawab kebutuhan dan harapan generasi mahasiswa masa kini. Ia menyitir sebuah penelitian di Amerika yang menyebutkan ada empat alasan utama mengapa seorang siswa memilih program studi, yaitu prospek gaji besar, masa depan cerah, prestise dan dampak sosial, serta popularitas. “Lalu bagaimana Fakultas Humaniora bisa menjawab harapan seperti itu? Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Menurut Basri, fakultas harus mampu merumuskan strategi agar para mahasiswa tidak hanya mendapatkan bekal akademik, tetapi juga mampu bersaing di dunia kerja. Ia menekankan perlunya inovasi kurikulum, peningkatan kualitas pengajaran, serta penguatan jejaring dengan dunia industri dan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menjadikan program studi di Fakultas Humaniora semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Trio Supriyatno, Ph.D., memberikan pesan khusus terkait hubungan dosen dengan mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa bukan sekadar pelanggan pendidikan, melainkan bagian dari keluarga besar kampus. “Mahasiswa kita tidak hanya sekadar customer kita, namun lebih dari itu mereka adalah anak kita,” ungkapnya.
Prof. Trio juga mengajak seluruh dosen untuk memperlakukan mahasiswa dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Ia menegaskan pentingnya menanamkan budi luhur, etika yang baik, serta membangun komunikasi yang positif dan efektif dengan para mahasiswa. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan proses pendidikan tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat.

Acara koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Humaniora dalam memantapkan langkah menghadapi tahun akademik baru. Kehadiran dua wakil rektor dengan arahan strategis dan humanis memberi semangat baru bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk terus berbenah dan memberikan layanan terbaik. Dengan sinergi yang baik antara pimpinan universitas, fakultas, dan mahasiswa, Fakultas Humaniora optimis dapat menjawab tantangan zaman sekaligus mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing. (al)





