MIU Login

Nalar Kritis dan Bakat Diplomasi: Mahasiswa Humaniora Sabet Juara Nasional Munadzarah Ilmiyah dan Best Speaker

HUMANIORA – (23/2/2026) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuktikan dominasi bakatnya dalam seni olah kata dan logika berbahasa Arab. Delegasi muda dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) sukses mengamankan podium ketiga sekaligus membawa pulang penghargaan bergengsi Best Speaker dalam ajang kompetisi Munadzarah Ilmiyah (Debat Bahasa Arab) tingkat nasional, Senin (16/2/2026).

Read too:

Kompetisi ini merupakan bagian dari gelaran Mutsabaqah Tsarwah Basiroh al-Arabiyah (MUTSABARAH) yang diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Arab Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Probolinggo. Prestasi ini diraih oleh tim tangguh yang terdiri dari tiga mahasiswa semester 2: Gusti Ainul Yaqin, Muhammad Salman Alfarisi, dan Mutawaqil Alallah Sulaiman.

Bakat mahasiswa Humaniora diuji dalam tema yang sangat relevan dan futuristik, yakni “Transformasi Pendidikan Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan” (تحولات تعليم اللغة العربية في عصر الذكاء الاصطناعي). Di tengah kepungan 165 delegasi dari berbagai institusi besar seperti UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, hingga pondok pesantren ternama seperti Al-Amin dan An-Nuqayah Madura, tim UIN Malang tampil memukau.

Ketajaman argumen dan kefasihan dalam memaparkan visi transformasi digital dalam bahasa Arab mengantarkan mereka pada kemenangan. Tak hanya kekompakan tim, kemampuan individu delegasi Humaniora juga diakui secara nasional dengan diraihnya predikat Best Speaker.

Bagi delegasi Humaniora, kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan bahasa, tetapi juga sarana silaturahmi intelektual dan spiritual. Gusti Ainul Yaqin mengungkapkan kesannya yang mendalam saat dapat bertemu dengan para asatidz di UNUJA serta berziarah ke maqbarah para masyaikh pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Gusti juga menitipkan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa yang sedang berjuang mengejar mimpi.
“Jangan pernah menyerah dalam menghadapi semua cobaan. Selagi kita punya mimpi yang tinggi dan luhur, maka akan selalu terlahir sebuah harapan, meskipun kata gagal sering datang. Harapanlah yang selalu membantu kita setiap kali jatuh dalam keputusasaan,” ujarnya penuh semangat.

Keberhasilan mahasiswa semester awal ini menunjukkan bahwa pembibitan bakat di Fakultas Humaniora berjalan secara konsisten. Kemampuan mereka dalam membedah isu kompleks mengenai kecerdasan buatan menggunakan bahasa internasional membuktikan bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya unggul secara literer, tetapi juga adaptif terhadap isu-isu global.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan Munadzarah Ilmiyah sebagai media untuk menduniakan gagasan dan mempertahankan eksistensi keilmuan bahasa Arab di era digital. [jho/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait