HUMANIORA — (9/1/2026) Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa skema Tugas Akhir Pengganti Skripsi berbasis publikasi jurnal merupakan jalur akademik yang menuntut keseriusan dan tanggung jawab ilmiah tinggi dari mahasiswa. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Tugas Akhir Pengganti Skripsi yang digelar secara daring dan diikuti ratusan mahasiswa BSA.
Read too:
- Prodi BSA Sosialisasikan Tugas Akhir Pengganti Skripsi Berbasis Publikasi Jurnal
- Mahasiswa Humaniora UIN Malang Manfaatkan AI untuk Akselerasi Modernisasi UMKM
Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Basid menjelaskan bahwa skema tugas akhir dalam bentuk artikel jurnal bukan dimaksudkan sebagai jalan pintas kelulusan, melainkan sebagai ikhtiar membangun budaya akademik yang berorientasi pada kualitas dan daya saing ilmiah. Oleh karena itu, tidak semua mahasiswa dapat serta-merta memilih jalur ini. Ia menekankan adanya sejumlah persyaratan akademik yang harus dipenuhi, antara lain mahasiswa telah berada pada semester enam, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00, serta tidak memiliki nilai D atau E. Dalam praktik akademik yang lazim, persetujuan dosen wali juga menjadi pertimbangan penting sebelum mahasiswa mendaftar.
Lebih lanjut, Kaprodi BSA memaparkan bahwa skema ini dirancang dengan perencanaan waktu yang jelas dan terukur. Tahap pendaftaran dan wawancara dijadwalkan pada akhir Januari, disusul dengan penerbitan Surat Keputusan pembimbing pada rentang akhir Januari hingga awal Februari. Proses penulisan artikel menjadi fase terpanjang, berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026. Namun demikian, ia menegaskan bahwa batas akhir pengiriman artikel ke jurnal ditetapkan paling lambat November 2026, sementara bukti submit atau accepted wajib diserahkan pada Desember 2026 sebagai syarat administratif yang tidak dapat ditawar.
Dari sisi substansi, Kaprodi BSA menjelaskan bahwa objek penelitian dalam artikel wajib berkaitan dengan bahasa Arab dan ditulis menggunakan bahasa Arab atau bahasa Inggris akademik. Artikel harus relevan dengan bidang keilmuan Bahasa dan Sastra Arab, merupakan karya asli, serta bebas dari plagiasi dengan tingkat kemiripan sesuai ketentuan program studi. Selain itu, kepatuhan terhadap template dan gaya selingkung jurnal tujuan menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan, karena kerap menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya artikel.
Terkait mekanisme evaluasi akhir, Dr. Abdul Basid menjelaskan bahwa mahasiswa yang berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal Sinta 2 dibebaskan dari kewajiban presentasi atau ujian tugas akhir. Sementara itu, mahasiswa yang artikelnya terbit di jurnal Sinta 3 tetap diwajibkan mengikuti presentasi di hadapan dosen penguji sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas karya ilmiahnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi BSA, Dr. Moh. Zawawi, M.Pd., menyoroti pentingnya kesungguhan mahasiswa dalam proses konsultasi dan bimbingan. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa wajib menjalani bimbingan minimal 14 kali dengan dosen pembimbing dan seluruh proses tersebut harus terdokumentasi secara resmi. Menurutnya, keberhasilan publikasi artikel sangat bergantung pada keaktifan mahasiswa dalam menginisiasi bimbingan dan menunjukkan progres penulisan yang nyata. Dalam konteks ini, dosen pembimbing memiliki kewenangan akademik untuk menghentikan proses penulisan apabila mahasiswa tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dr. Zawawi juga menegaskan bahwa artikel yang ditulis merupakan hasil kolaborasi ilmiah antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Oleh karena itu, nama dosen pembimbing wajib dicantumkan sebagai penulis kedua, dengan urutan penulis yang disepakati bersama. Ia mengingatkan bahwa seluruh biaya publikasi artikel menjadi tanggung jawab mahasiswa, sehingga sejak awal mahasiswa perlu memiliki kesiapan finansial dan perencanaan yang matang.
Menambahkan penjelasan tersebut, Sekprodi BSA menguraikan standar jurnal yang diperkenankan sebagai media publikasi. Ia menegaskan bahwa artikel hanya dapat dipublikasikan pada jurnal nasional bereputasi Sinta 2 atau Sinta 3 yang relevan dengan keilmuan program studi. Jurnal yang masuk daftar hitam tidak diperkenankan, dan pemilihan jurnal harus mendapatkan persetujuan dosen pembimbing sebagai bentuk pengamanan mutu akademik sekaligus perlindungan dari jurnal predator.
Sebagai penutup, Sekprodi menegaskan bahwa skema ini memiliki konsekuensi yang harus dipahami sejak awal. Mahasiswa yang tidak mampu memenuhi target hingga batas waktu yang ditentukan dinyatakan gugur dari skema artikel jurnal dan dapat dialihkan ke skema skripsi reguler sesuai kebijakan yang berlaku. Pelanggaran etika akademik, seperti plagiasi atau manipulasi data, akan berujung pada pembatalan tugas akhir.
Melalui sosialisasi ini, Prodi BSA berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh, realistis, dan bertanggung jawab dalam memilih skema Tugas Akhir Pengganti Skripsi. Skema ini diharapkan tidak hanya mendorong kelulusan tepat waktu, tetapi juga melahirkan karya ilmiah berkualitas yang berkontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Bahasa dan Sastra Arab serta penguatan reputasi akademik Fakultas Humaniora. [unr/Infopub]





