Berita

Jadikan Mengajar Sebagai Hobi

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 111

Fakultas Humaniora menggelar rapat koordinasi akademik menjelang awal perkuliahan semester Ganjil tahun 2018/2019 pada Senin 13 Agustus 2018 di Aula fakultas. Rapat dihadiri oleh para dosen dari kedua jurusan, Sastra Inggris serta Bahasa dan Sastra Arab. Rapat ini digelar sebagai ajang untuk persiapan diri bagi para dosen dalam menyongsong perkuliahan yang akan dimulai Senin minggu depan.

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu hal penting yang perlu disiapkan. Perangkat ini meliputi absensi, kontrak belajar, silabus, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan sarana lainnya yang mendukung proses perkuliahan.

“Seperti biasanya, semua perangkat pembelajaran sudah siap. Setiap dosen sudah bisa mendapatkan. Senin depan perkuliahan siap dijalankan,” jelas Khoirul Anas, staf administrasi akademik jurusan Bahasa dan Sastra Arab.

Rapat koordinasi kali ini dipandung langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik. Dalam paparannya, Dr. M. Faisol selaku  Wakil Dekan Bidang Akademik mengajak kepada dosen yang hadir untuk bisa menjalankan amanah sebagai dosen dengan penuh tanggung jawab.

“Profesi sebagai dosen merupakan amanah yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab. Wujudnya adalah kita harus bisa melayani mahasiswa melalui proses perkuliahan secara disiplin dan sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. M. Faisol mendorong semua dosen Fakultas Humaniora untuk menjadi dosen yang kreatif dan bisa menjawab tantangan mahasiswa generasi milenial. Salah satu caranya adalah mengubah cara pandang dalam mengajar. Mengajar bukanlah sekedar mentransfer ilmu pengetahuan. Dosen harus bisa menjadi fasilitator, mampu menginspirasi dan mendorong kreatifitas mahasiswa dalam belajar, termasuk mencari terobosan-terobosan baru dalam melakukan proses pengajaran.

“Mengajar mahasiswa era milenial membawa tantangan tersendiri. Ini tidak mudah. Kita harus menyiapkan diri. Dituntut lebih kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, mengajar harus dipahami sebagai hobi diri kita masing-masing. Teaching is my hobby. Kita harus senang menjalaninya, tidak tertekan dan terbebani,” lanjut dosen yang sudah banyak mengawal tugas mahasiswa menjadi buku bacaan yang berbobot ini.

Rapat koordinasi diakhiri dengan dialog bersama untuk membincang dan mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan proses perkuliahan semester ganjil ini. Tampak para dosen mengikuti dengan penuh antusias. [arh]

Bahasa dan Sastra Arab Gelar Diklat Media Pembelajaran berbasis IT Se-Provinsi Bali

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 145

Diklat Pembelajaran Bahasa Arab berbasis IT untuk guru bahasa Arab Se-Provinsi Bali ini adalah hasil kerjasama MGMP Bahasa Arab Provinsi Bali dengan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan TIM Mudarrib dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Malang. Diklat ini, dilaksanakan selama 4 hari, dari hari Kamis - Ahad (9-12 Agustus 2018), yang dimulai jam 8 pagi sampai jam 10 malam.

 
"Pelatihan Bahasa Arab berbasis IT ini akan dapat memberikan motivasi yang luar biasa kepada siswa,  karena tidak sedikit siswa yang enggan masuk sekolah Madrasah (Agama) karena ada materi bahasa Arab, dan bahasa Arab dianggap pelajaran paling sulit. Maka, harapan kami dengan adanya pelatihan ini, yang dipandu oleh para ahlinya TIM dari BSA Humaniora UIN Malang, guru-guru bahasa Arab dapat berinovasi di era digital, dan mereka selalu dapat mengembangkan kemampuan keterampilan berbahasa Arab,  sehingga siswa tidak lagi merasa kesulitan, bahkan senang dengan bahasa Arab". Kata Patahul Bari Ketua KKKMA Prov. Bali dalam sambutannya. 
 
Kasi Madrasah Kemenag Prov. Bali dalam sambutannya,
"Tujuan dari Pelatihan ini adalah untuk menyiapkan guru bahasa Arab memiliki strategis baru, terutama dalam teknologi informasi dalam pembelajaran bahasa Arab, dan dapat motivasi mereka dalam proses belajar mengajar sehingga mereka menjadi pengajar yang hebat (membisakan dan menyenangkan)," katanya.
 
Pelatihan selama 4 hari ini, akan memberikan metode pengajaran efektif bagi guru bahasa Arab sesuai dengan tren pengajaran bahasa Arab, terutama dalam pengembangan pengajaran bahasa Arab berbasis IT. Pelatihan Bahasa Arab ini, adalah yang ke 3 di Prov. Bali yang dilakukan oleh BSA UIN Malang. 
 
"Para guru yang mengikuti pelatihan Bahasa Arab bukan karena mereka lemah dalam teori lingustik dan qawaid, tetapi mereka hanya butuh pembaharuan dan penyegaran yang mungkin dulunya mereka banyak belajar dengan teori tradisional". Kata Ketua Jurusan BSA, Halimi Zuhdy. 
 
Materi Pelatihan terdiri dari Strategi Pengajaran Bahasa Arab, Pembelajaran berbasis IT, Pengembangan Media Pembelajaran, pembentukan lingkungan berbahasa. Para _Mudarrib_ (Pelatih) dari BSA Fak. Humaniora UIN Malang adalah; Hafidz Roziqi, Arif Rahman Hakim, M. Zawawi, Halimi Zuhdy, A. Makki Hasan, Khairul Anas.
 
Peserta yang mengikuti pelatihan ini dari berbagai   Kabupaten di Bali, sekitar  30 hingga 40 guru. 
 
Guru-guru sangat antusias sekali mengikuti materi-materi yang disampaikan oleh para Mudarrib, bahkan dari jam 8 pagi sampai jam 10  malam, mereka tidak merasa lelah karena berbagai startegi pembelajaran bahasa Arab terbaru cukup menyenangkan.
 
Pelatihan yang lagi berlangsung ini, disponsori oleh Baznas Prov. Bali, PHBI Denpasar, YM Nurul Iman, Madrasah Muhajirin, dan YM Baitul Mukminin BKBD.
 
 Pembantu Dekan 1, Dr. M. Faisol menyampaikan, bahwa kegiatan khidmah bahasa Arab itu harus selalu digerakkan di pelosok negeri, agar tidak ada anggapan, bahwa bahasa Arab materi yang dikesemapingkan di sekolah-sekolah, karena minimnya pelatihan bahasa Arab yang dilakukan diberbagai daerah baik oleh pemkot atau pemda. (ACK)

 

Ubah Pengalaman Personal Jadi Pengetahuan Profesional Dengan Narrative Inquiry

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 65

Banyak ragam metodologi yang bisa dipakai dalam penelitian. Salah satunya adalah metodologi Narrative Inquiry (NI). Metodologi yang biasanya dipakai dalam jenis penelitian kualitatif ini memiliki kelebihan dalam menggali data. Tujuannya adalah memahami pengalaman yang diceritakan oleh partisipan. Hal ini terungkap dalam paparan Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd. yang disampaikan dalam TEFLIN International Conference 12 – 14 Juli 2018 di Universitas Negeri Makasar.

Menurut Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., Narrative Inquiry dapat dijadikan sebagai metodologi yang menarik dalam penelitian. Cara kerjanya diawali dengan pengumpulan narasi. Narasi ini bisa lisan, tulisan maupun multimodal (paduan tulis dan gambar). Selanjutnya, narari tersbut dianalisis sedemikian rupa sesuai dengan tema penelitian.

Narrative Inquiry sebagai metodologi penelitian dapat mengungkap objek secara detil dan luas. Pengalaman personal dapat diungkap menjadi pengetahuan profesional,” ungkapnya.

Terkait dengan bidang keilmuan, ternyata Narrative Inquiry bisa dipakai dalam penelitian bidang bahasa, sastra dan pendidikan. Bahkan NI bisa menjangkau bidang penelitian yang lebih luas.

“NI menjadi interpretative device untuk mengumpulkan narasi partisipan sehingga narasi itu menjadi data untuk menggali “ups n downs” selama kegiatan,” lanjut pakar teori Narrative Inquiry dari jurusan Sastra Inggris Fakultas Humaniora ini.

Lebih dari itu, karena Narrative Inquiry mengeksplorasi berbagai pengalaman partisipan yang bersifat personal, maka temuan-temuan didalamnya  dapat dimanfaatkan oleh peneliti lain sebagai sumber intelektual. Ini menjadi sisi lain dari kelebihan Narrative Inquiry. (ms)

Mahasiswa Humaniora Jadi Volunteer ASIAN Games XVIII 2018

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 122

Sejumlah mahasiswa jurusan Sastra Inggris dan Bahasa dan Sastra Arab telah mengharumkan nama baik Fakultas Humaniora. Mereka adalah Abida Sarah dan Muhamad Ilmi Hafizi (dari jurusan BSA), serta Zahwa, Happy Tsani, dan  Rezky Alvyanti (dari jurusan SI). Mereka terpilih menjadi volunteer dalam ASIAN Games yang akan dihelat pada 18 – Agustus – 21 September 2018 di Jakarta-Palembang mendatang.

Lolosnya sejumlah mahasiswa Fakultas Humaniora itu semakin melengkapi prestasi-prestasi yang sudah diraih sebelumnya. Ini menjadi hal yang sangat membanggakan, dan menunjukkan talenta yang luar biasa, yang dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Humaniora.

“Ini tentu merupakan prestasi yang luar biasa karena mampu bersaing dengan ribuan calon volunteer. Prestasi ini bisa dijadikan ajang sebagai pengenalan dan pengembangan bakat atau kemampuan yang dimiliki mahasiswa,” ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. Siti Masyitoh.

Kelima mahasisiwa Fakultas Humaniora tersebut resmi menjadi volunteer ASIAN Games XVIII 2018 setelah menyisihkan 24.000 pendaftar lainnya. Rasa gembira dan bangga tampak tidak bisa disembunyikan dari raut wajah mereka.

“Kami sangat bangga dengan prestasi ini. Bisa ikut berkiprah dalam even internasional,” tutur Abida Sarah, salah satu mahasiswa yang lolos dalam even tersebut, yang sekarang sedang duduk di semester VII.

Sebelum terjun di lapangan, mereka dikarantina selama satu hari penuh untuk dibekali dan dilatih tentang hal-hal yang terkait dengan olimpiade, keolah-ragaan, pariwisata dan etiket di kantor TNI AU Halimperdana Kusuma Jakarta.[arh]