Berita

Ketua KPU: Pemira Sebagai Ajang Pembelajaran Demokrasi

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 179

 


Minggu (11/2). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Syaikhu Aliya Rahman memaparkan, Pemira (Pemilu Raya) sebagai ajang pembelajaran demokrasi mahasiswa Fakultas Humaniora. Berawal dari Pemilu di lingkungan universitas ini, mahasiswa dapat belajar menerapkan hukum dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Khususnya sebagai Fakultas Sastra dan Budaya, ajang pemilu ini sangat penting dan tepat sebagai landasan pembelajaran.

Menjelang pemilihan umum calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BSA dan Sastra Inggris, serta anggota Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa Fakultas Humaniora 26 Februari mendatang, tujuh anggota KPU Fakultas Humaniora telah memulai menjalankan rangkaian acara. Tahun ini, KPU berencana mengajak serta para dosen Fakultas Humaniora untuk turut mensosialisasikan pentingnya Pemira. KPU juga telah mengajukan pemberian legalitas hukum pada Dekan Fakultas Humaniora, perihal kewajiban mengikuti dan mensukseskan Pemira 2018. “Mari kita sukseskan Pemira 2018 agar terciptanya Fakultas Humaniora yang demokratis!” pungkas Syaikhu.

Pada masa sosialisasi ini, KPU sangat mengharap dukungan mahasiswa untuk kelancaran jalannya Pemira. Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu), Faisal Ahmad Romdhoni berharap agar tahun ini mahasiswa lebih antusias dalam mensukseskan Pemira, tentunya dengan turut menggunakan hak pilihnya.[ln]

 

 

 

   

Menjelang Pemilu Raya 2018

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 121

Jumat (9/2). Persiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pesta demokrasi calon ketua badan eksekutif dan anggota legislatif organisasi intra Fakultas Humaniora periode 2018 – 2019 telah mencapai delapan puluh persen. KPU telah menggelar beberapa sosialisasi terbuka dan menyebar jadwal rangkaian acara Pemilu ke tempat-tempat strategis. Pendaftaran calon dimulai sejak tanggal 6 hingga 11 Februari 2018. Selanjutnya KPU akan menggelar verfikasi berkas dan pembagian nomor urut. Sosialisasi dalam skala yang lebih besar akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2018, bertepatan dengan dimulainya kampanye monologis para calon. Dalam sosialisasi tersebut, KPU akan bekerja sama dengan Dekan Fakultas Humaniora untuk membuat legalitas hukum pelaksaan pemilu 26 Februari 2018 mendatang.

                KPU menerima sebanyak-banyaknya bakal calon yang mendaftar. Seluruh calon tersebut harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Ketua KPU, Syaikhu Aliya Rahman, berharap seluruh mahasiswa, staf, hingga dosen Fakultas Humaniora turut serta mensukseskan jalannya pemilu. “Sukses dari Pemira adalah banyaknya peserta yang mencoblos”, papar Syaikhu saat ditemui di ruang KPU Fakultas Humaniora.

Berkaca dari pemilu di tahun sebelumnya, tahun ini seluruh jadwal pelaksanaan akan lebih diperketat agar kinerja seluruh calon yang nantinya terpilih dapat lebih maksimal. Pembaharuan juga dilakukan pada pemilihan ikon KPU Fakultas Humaniora. KPU memilih tokoh pewayangan ‘Mbah Semar’ sebagai penggambaran dari sosok yang demokratis dan penjaga keseimbangan antara sesamanya. Ikon tersebut juga menunjukkan ciri khas Fakultas Humaniora yang selalu melestarikan budaya Indonesia.[ln]

 

 

 

 

Diskusi Terbuka Bersama Dosen dari Universitas 86 Bahasa

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 69

 

Rabu (5/2). Dosen bahasa asing dari Beijing Foreign Student University (BSFU) menjadi pemateri pada kajian diskusi rutin SAC. Dalam diskusi kali ini, pemateri, Hendy Yuniarto, mengulas tentang bagaimana beliau mengajarkan mata kuliah bahasa Jawa dan Indonesia di Universitas yang mempunyai 86 jurusan tentang berbagai bahasa ini. Bukan hanya itu, beliau juga menguak bagaimana cara belajar bahasa Cina yang akhir-akhir ini semakin banyak peminatnya.

             Dosen yang mengajar 2 bahasa yaitu Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia ini menjelaskan bahwa bahasa Jawa di BSFU merupakan mata kuliah pilihan bahasa ke-3 setelah bahasa jurusannya dan bahasa Inggris. Sedangkan, Bahasa Indonesia merupakan suatu jurusan diantara 86 jurusan bahasa yang mana hanya menyediakan pendaftaran mahasiswa 4 tahun sekali. Beliau menguatarakan bahwa alasan 4 tahun sekali merekrut mahasiswa karena beberapa alasan, salah satunya agar menjaga kualitas pengajar dan pelajarnya.

             Khusus Bahasa Jawa, dosen alumni Universitas Gajahmada (UGM) ini menjelaskan pada awalnya beliau memberikan materi tentang fonologi yang dipakai pada bahasa Jawa dan Indonesia. Setelah pemberian ilmu fonologi, beliau menjelaskan tentang bagaimana pemakaian bahasa ngoko dan krama dalam bahasa Jawa. Beliau berkata dalam mengajar bahasa jawa, beliau seperti mengajar siswa Taman Kanak-kanak (TK). “Saya mengajar dari nol, dan mereka juga tidak punya modal sebelumnya. Jadi, saya seperti mengajar anak TK.” Ujar pak Hendy, yang merupakan teman kuliah S2 dosen Sastra Inggris (SI), Agwin Degaf. Oleh karena itu, untuk mempermudah mahasiswa memahami bahasa yang diajarkan, beliau juga memperkenalkan kultur dan adat istiadat yang berada di Indonesia.

             Pak Hendy, selanjutnya, menjelaskan tentang bagaimana bahasa Cina semakin berkembang akhir-akhir ini dalam hal peminatnya. Beliau menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi orang-orang belajar bahasa Cina adalah faktor ekonomi. Seperti apa yang dikatakan beliau, banyak perusahaan  mencari pekerja yang berkemampuan berbahasa Cina. “Sekarang banyak perusahaan yang mencari pekerja yang bisa berbahasa Cina dan itu gajinya juga lumayan besar.” Terang beliau. Namun, bukanlah  perkara mudah untuk menguasai bahasa Cina. Butuh konsistensi dalam belajar dan biayanya juga tidak murah. “Bahasa Cina ini bahasa yang sulit dipelajari, butuh konsistensi dan juga biaya kursusnya juga mahal.” Imbuh dosen yang juga mantan jurnalis ini.

             Acara diskusi yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa Cina dari Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sastra Inggris (SI) ini, diakhiri dengan pemberian bingkisan dari tim SAC. [bo]

Mengintip Kegiatan In Country Program Mahasiswa Universitas Deakin Australia

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 204

Rabu (13/12), Memasuki pekan terakhir, kegiatan Program Kajian Bahasa dan Budaya Indonesia yang diselanggarakan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Deakin University, Australia, telah mencapai puncaknya. Program kerja sama ini telah berlangsung setiap dua tahun sekali hingga kini telah mencapai tahun ke-8. Tujuan utama adalah sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa Universitas Deakin yang mengambil jurusan Bahasa Indonesia. Tahun ini, sembilan mahasiswa Deakin terpilih berkesempatan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan selama 6 pekan berturut–turut. Seluruh program kegiatan mereka selama di Indonesia, khususnya di kota Malang, dikoordinir langsung oleh Dosen dan Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selengkapnya