Berita

178 Mahasiswa Fakultas Humaniora Resmi Jadi Sarjana

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 266

Jumat (24/8) – Sebanyak 178 Mahasiswa Fakultas Humaniora resmi dinobatkan sebagai sarjana, dalam gelaran Yudisium dan Pelepasan Mahasiswa Semester Gasal Tahun Akademik 2018/2019. Prosesi ini merupakan tahapan akhir sebelum nantinya para mahasiswa mengikuti wisuda.
Menurut Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Hj. Syafiyah, M.A, lulusan tahun ini sangatlah membanggakan, karena mayoritas mahasiswa lulus tepat waktu. Selain itu, 66 persen mahasiswa meraih prestasi cumlaude. “Ini bukti bahwa Fakultas Humaniora berhasil melahirkan sarjana-sarjana yang berkualitas. Terbukti selain banyak yang lulus tepat waktu, IP rata-rata mahasiswa pun cumlaude,” ujar Syafiyah dalam sambutannya.
Tak hanya pengumuman index prestasi mahasiswa, dalam yudisium kali ini beberapa mahasiswa berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik turut pula diberikan penghargaan. Pemberian penghargaan dibagi dalam enam kategori, diantaranya, mahasiswa dengan IPK tertinggi, mahasiswa terproduktif, mahasiswa teraktif, mahasiswa terinofatif, mahasiswa tersporty, serta mahasiswa terulul albab. Bentuk apresiasi tersebut sebagai wujud kepedulian Fakultas Humaniora terhadap berbagai prestasi yang telah diraih para mahasiswa.
“Yang sangat membanggakan adalah bahwa di antara para peserta yudisium kali ini banyak yang selama menjadi mahasiswa, tidak hanya aktif kuliah namun kegiatan lain. Banyak sekali yang meraih prestasi juara di berbagai bidang,” imbuh Syafiyah.
Dalam rangkaian yudisium, para mahasiwa juga dibekali beberapa kiat sukses setelah lulus. Hal tersebut berguna untuk memberikan gambaran posisi predikat Sarjana. “Hidup adalah sinergi pergerakan. Mari kita lebih berprestasi di segala bidang setelah lulus nanti,” pungkas salah seorang perwakilan mahasiswa, M. Firdaus Imadudin, dalam pidatonya.
Acara yudisium ditutup dengan penampilan tari, menyanyi, pembacaan puisi, serta pemutaran video dokumentasi oleh mahasiswa Fakultas Humaniora.(ln)

 

Komunitas sebagai Wadah bagi Mahasiswa Baru

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 88

Kamis (16/8) – Dalam rangkaian kegiatan PBAK Fakultas Humaniora, seluruh panitiamemberikan kesempatan kepada beberapa komunitas untuk memberikan demo dan perkenalan pada mahasiswa baru. Pengenalan tersebut dimoderatori langsung oleh Gubernur Humaniora, M. Zainul Milal.

Pengenalan komunitas bertujuan untuk menunjukkan kepada seluruh mahasiswa baru, bahwasanya di Fakultas Humaniora tidak hanya diajarkan tentang akademik saja, akan tetapi pengasahan bakat di bidang-bidang tertentu. Hingga kini, Fakultas Humaniora memiliki sebanyak6komunitas yaitu Karawitan, Kaligrafi, Al-Jalalail, Humaniora Post, Pena Bulir Padi, serta Humaniora Assemble. Keseluruhan komunitas diwadahi langsung dalam lembaga semi otonom Dewan Mahasiswa.

Pada dasarnya sangat banyak mahasiswa baru yang memiliki bakat sebelumnya, dan peran komunitas-komunitas tersebut adalah sebagai wadah mereka untuk mengasah kembali dan menunjukkan bakat-bakat yang mereka miliki. Ataupun juga bisa menjadi wadah bagi mereka yang ingin memulainya dari awal.

Dengan adanya komunitas yang ada di Humaniora, Gubernur Humaniora, yang akrab di panggil Mas Milal tersebut, sangat mengharapkan kepada seluruh mahasiswa baru agar dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Komunitas di Fakultas Humaniora adalah wadah bagi kalian, jadi manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” papar Gurbernur Humaniora tersebut ketika wawancara.

Acara perkenalan komunitas diakhiri dengan sambutan yang sangat meriah,serta antusias yang besar dari seluruh mahasiswa baru Fakultas Humaniora. Hal tersebut terlihat dari banyaknya mahasiswa yang bertanya ketika sesi tanya jawab. (FN)

 

 

BSA Raih Juara I Debat Ilmiah Bahasa Arab di Universitas Jember

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 185

Jember- MTQR V Jawa Timur diikuti oleh mahasiswa berbagai jurusan di UIN Malang. Salah satunya Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora. Di antara mahasiswa/mahasiswinya berhasil meraih juara I cabang lomba Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur'an dalam Bahasa Arab (MDBAQ). Ialah Mar'atun Nailur Rif'ah dan Nandang Nurdiansyah yang mewakili dalam lomba.

Perlombaan diselenggarakan di Universitas Jember (UNEJ). Diadakanmulai 11 Agustus yang merupakan kedatangan kafilah di Kota Jember dan pembukaan MTQM-R Jatim V tahun 2018 hingga 13 Agustus 2018 sekaligus penutupan agenda. 

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri khususnya Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. "Ya seneng banget, capeknya terbayar, pusing mbahas mosinya juga terbayar, langsung bugar aja gitu. Apapun rintangan dan tantangannya asal usaha keras dan doa, insyaalllah tercapai", kilas bangga dari mahasiswa BSA 17 ini. 

Acara yang bertema "Melalui MTQ mahasiswa Regional Jatim V, membumikan al-Qur'an, menggapai Islam rahmatallilalamin" ini pula melahirkan para juara UIN Malang pada cabang lomba lain, juara II putrid cabang Qiroat Sab'ah, juara I putra cabang Hifzh Al-Qur'an 20 Juz, juara III putrid cabang Tartil Al-Qur'an, dan juara III putrid cabang Hifzh Al-Qur'an 10 Juz. [lh]

 

 

Wawasan Kebangsaan: Mahasiswa Sasaran Empuk Radikalisme

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 97

Panitia Pelaksana PBAK Fakultas Humaniora melaksanakan penyampaian materi mengenai wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh penulis sekaligus dosen IAIN Tulung Agung, Dr. Ngainun Na’im. Penyampaian materi ini bertujuan mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan Mahasiswa Baru Humaniora 2018.

Dimulai dengan pemaparan cepatnya persebaran radikalisme melalui media sosial, yang mana pengguna media sosial didominasi oleh pemuda atau mahasiswa. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pemuda tidak bisa dipisahkan dari media sosial, sedangkan yang tidak disadari banyak pihak adalah tidak ada satupun media yang bersifat netral. Setiap media selalu memiliki keberpihakan pada kelompok tertentu dan diungkapkan dengan sudut pandang yang berbeda-beda.

Ia menyebutkan kelebihan mahasiswa yang berkuliah di PerguruanTinggi Islam salah satunya adalah masih yang mengedepankan spiritualitas. “Tidak semua hal bisa dinalar menggunakan logika, saat itulah spiritualitas diperlukan,” penggalan kesimpulan beliau mengenai pentingnya spiritualitas dalam dunia perkuliahan.

Peserta sangat menikmati pemaparan topik-topik yang disampaikan pemateri. Hal tersebut dibuktikan dengan aktifnya mahasiswa merespon selingan candaan dari Dr. Ngainun maupun pertanyaan dari pemateri.

Pemuda saat ini, lebih cenderung individualis sebab bukan lagi bergantung pada keadaan sosial, melainkan pada media sosial”. Dr. Ngainun Naim berkesimpulan bahwa mahasiswa adalah sasaran empuk radikalisme karena sedang berada di puncak keingintahuan. Maka, untuk menangkal bahaya radikalisme tersebut, beliau berpesan bahwa mahasiswa harus bisa kritis dan sadar betapa pentingnya dunia literasi/pencerdasan (NZ).