Berita

Humaniora Terima Kunjungan Dari NUS

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 67

Humaniora – Salah satu peneliti dan akademisi terkemuka dari National University of Singapore, Prof. Noor Aisha Abdul Rahman,  berkunjungan ke Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Senin, 1/Juli/2019) Kunjungan kali ini, diterima langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Hj. Syafiyah, M.A., di ruang dekan fakultas.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkokoh kerjasama antara Fakultas Humaniora dengan NUS. Prof. Noor Aisha yang menjabat sebagai Head of Department of Malay Studies di NUS menegaskan bahwa pihaknya masih sangat berharap bisa melanjutkan kerjasama yang sudah dijalin. "Kita ini memiliki akar budaya yang sama. Ini modal untuk menjalin kerjasama diantara kita", tegasnya.
Dekan Fakultas Humaniora merespon niat baik kerjasama itu. Dr. Syafiyah selaku Dekan Fakultas menyambut baik tekad luhur dari Prof. Noor Aisha. "Kami berharap kerjasama ini bisa dipertegas dalam skup yang lebih luas", sambut Syafiyah. [ma]

Mahasiswa IAIN Metro Lampung Belajar ke Fakultas Humaniora

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 110

HUMANIORA – Diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. M. Faisol, M.Ag., Mahasiswa dari IAIN Metro Provinsi Lampung terlihat antusias dalam kunjungan studi bandingnya di Fakultas Humaniora. Kunjungan Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) ini bertujuan untuk saling bertukar wawasan dan pengetahuan terkait dengan bidang kajian keilmuan yang sedang digeluti.

Kunjungan ini merupakan bagian dari Field Trip yang diadakan  oleh Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dari IAIN Metro. Dalam kunjungan kali ini, rombongan IAIN Metro membawa 60 mahasiswa dengan didampingi oleh 2 dosen pendamping.

“Tidak perlu takut untuk belajar bahasa Arab di BSA” dengan lantang Wakil Dekan Bidang Akademik membuka pembicaraan dalam sambutannya. Karena dewasa ini, masih banyak orang yang memandang sebelah mata jurusan ini. Segelintir orang hanya memandang kalau Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) hanya akan melahirkan ustad untuk berdakwah di lingkungan pengabdian masyarakat. Padahal tidak sedikit lulusan dari BSA ini yang menjadi pengajar, penerjemah, jurnalis, dan bahkan bekerja menjadi diplomat.

Dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi, tentunya semua lulusan jurusan Bahasa dan Sastra Arab akan bisa meraih kesuksesan. Karena kesuksesan itu tidak dapat diraih hanya dengan duduk santai atau hadir dalam sekejap mata. “Kalau ingin sukses, harus siap menghadapi kegagalan. Karena kegagalan merupakan pintu gerbang dari kesuksesan” , tegas M. Faisol.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa IAIN Metro sangat antusias. Hal itu terbukti dengan banyak mahasiswa memberikan respon positif setelah Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora menyampaikan paparannya terkait dengan sistem akademik dan capaian-capaian yang selama ini diraih oleh jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Namun menurut M. Faisol, kita sebagai lulusan BSA harus bisa berbangga hati karena pilihan jurusan ini karena mahasiswa BSA adalah ibarat seorang dokter yang ahli di bidang bahasa Arab.

Sementara itu Wahyudin, M.Ag. yang sekaligus menjadi pendamping mahasiswa IAIN Metro  merespon positif atas paparan singkat dari perwakilan Fakultas Humaniora. Dia sangat berterima kasih atas sambutan dan sharing gagasan yang telah berlangsung di Home Theater Fakultas Humaniora. “Saya sangat berterima kasih karena sudah diterima dan mendapatkan ilmu dari jurusan BSA ini”, tegas Wahyudin. [ha]

 

Mahasiswa BSA Raih Juara Nasional

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 201

Humaniora - Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab kembali menorehkan prestasi dalam event perlombaan yang dihelat oleh Forum Mudir Ma’had PTKIN se-Indonesia di Tulungagung pada 28 Juni sampai 1 Juli 2019. Event ini dihelat dalam rangka penyamaan persepsi tentang optimalisasi peran, fungsi, dan tata kelolah ma’had di lingkungan PTKIN.

Ni’mah Rofidah, mahasiswi BSA yang sedang menempuh di semester IV, menjuarai cabang lomba Baca Kitab Kuning, menyisihkan ratusan peserta lainnya. Sementara Mar’ah Nailur Rif’ah, mahasiswi yang sedang studi pada semester IV BSA juga berhasil menyabet piala sebagai juara pertama untuk cabang lomba Pidato Bahasa Arab.

Ketika ditemui, kedua mahasiswa yang telah berhasil menyumbangkan medali emas untuk jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini, tampak tidak bisa menyembunyikan raut wajah kegembiraan. “Saya senang bisa memberikan yang terbaik untuk BSA,” papar Ni’mah penuh senyum.

Dalam kesempatan yang berbeda, Mar’ah saat ditemua juga mengungkapkan kebanggaannya. “Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk mengembangkan keilmuan yang saya geluti di BSA,” tukasnya.[kr]

 

Pengabdian Sebagai Visi Kemanusiaan

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 117

HUMANIORA-Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksitensi manusia. Karena, tidak ada manusia yang bisa hidup berdiri sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, interaksi antar sesama menjadi kebutuhan setiap manusia. Saling memberi bantuan atau memberi pertolongan  adalah wujud sederhana dari interaksi antar sesama itu.

Hal itu disampaikan oleh M. Faisol, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, saat memberikan pembekalan PKLI di hadapan mahasiswa Fakultas Humaniora. Menurutnya, bahwa keberadaan seseorang diukur dengan sejauh mana ia bermanfaat bagi orang lain. Sejauh seseorang mampu memberikan kemanfaatan kepada yang lain, maka ia akan menjadi manusia yang sesungguhnya. Tidak ada artinya seseorang itu hidup tetapi eksistensinya tidak memberikan arti apa-apa kepada orang lain.

Pengabdian kepada masyarakat itu merupakan bagian dari visi kemanusiaan. Dengan mengabdikan diri kepada masyarakat, maka seseorang berupaya memberikan kemanfaatan kepada orang lain. Dan itu berarti seseorang itu menjadi hidup dan menemukan jati dirinya sebagai manusia yang sesungguhnya. “Hidup di tengah masyarakat tidak boleh egois, hanya mementingkan diri sendiri. Tetapi harus ‘belajar’ untuk memberi kepada orang lain. Pengabdian kepada masyarakat itu adalah bagian penting dari visi kemanusiaan,” terang M. Faisol.

Dalam paparannya, Wakil Dekan Bidang Akademik ini juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian esensial dari ajaran agama Islam. Islam sendiri mengajarkan kepada setiap pemeluknya bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. “Melalui pengbdian kepada masyarakat, kita (mahasiswa, red) kita belajar untuk menjadi makhluk social yang sebenarnya. Pengabdian melalui PKLI yang akan dilakukan  kali ini, sejatinya bisa diposisikan dalam kerangka itu,” imbuhnya.[mff]