Berita

  • Written by Admin Humaniora
  • Published in Berita
  • Hits: 168
  • Print ,

HUMANIORA-Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksitensi manusia. Karena, tidak ada manusia yang bisa hidup berdiri sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, interaksi antar sesama menjadi kebutuhan setiap manusia. Saling memberi bantuan atau memberi pertolongan  adalah wujud sederhana dari interaksi antar sesama itu.

Hal itu disampaikan oleh M. Faisol, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, saat memberikan pembekalan PKLI di hadapan mahasiswa Fakultas Humaniora. Menurutnya, bahwa keberadaan seseorang diukur dengan sejauh mana ia bermanfaat bagi orang lain. Sejauh seseorang mampu memberikan kemanfaatan kepada yang lain, maka ia akan menjadi manusia yang sesungguhnya. Tidak ada artinya seseorang itu hidup tetapi eksistensinya tidak memberikan arti apa-apa kepada orang lain.

Pengabdian kepada masyarakat itu merupakan bagian dari visi kemanusiaan. Dengan mengabdikan diri kepada masyarakat, maka seseorang berupaya memberikan kemanfaatan kepada orang lain. Dan itu berarti seseorang itu menjadi hidup dan menemukan jati dirinya sebagai manusia yang sesungguhnya. “Hidup di tengah masyarakat tidak boleh egois, hanya mementingkan diri sendiri. Tetapi harus ‘belajar’ untuk memberi kepada orang lain. Pengabdian kepada masyarakat itu adalah bagian penting dari visi kemanusiaan,” terang M. Faisol.

Dalam paparannya, Wakil Dekan Bidang Akademik ini juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian esensial dari ajaran agama Islam. Islam sendiri mengajarkan kepada setiap pemeluknya bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. “Melalui pengbdian kepada masyarakat, kita (mahasiswa, red) kita belajar untuk menjadi makhluk social yang sebenarnya. Pengabdian melalui PKLI yang akan dilakukan  kali ini, sejatinya bisa diposisikan dalam kerangka itu,” imbuhnya.[mff]