Berita

  • Written by Admin Humaniora
  • Published in Berita
  • Hits: 81
  • Print ,


HUMANIORA- Dr. Mahrus Elmawa, Kepala Sie Penelitian Diktis Kementrian Agama Republik Indonesia, hadir dan memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa semester lima Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Sabtu (6/10). Acara yang dikemas dalam bentuk seminar bertajuk Tantangan Literasi Islami di Era Milenial ini bertujuan untuk mendorong semangat mahasiswa di bidang literasi, khususnya kepenulisan kreatif.

Di era milenial saat ini, menurut Mahrus, konteks literasi tidak lagi hanya terbatas pada tulisan cetak. Literasi di era serba digital ini juga telah mencakup media lain berupa visual maupun audio. “Buku cetak saja tidak cukup saat ini, tapi juga elektronik,” ujar alumnus UIN Sunan Kalijaga tersebut.

Namun, Mahrus juga mengingatkan, semakin banyak dan mudahnya informasi di era serba online ini orang-orang dituntut untuk lebih selektif dan pandai mengambil sikap. Meski mudah, generasi sekarang tidak boleh terjebak dengan segala sesuatu yang bersifat praktis. Setiap orang perlu memilah-milah setiap informasi. “Pada akhirnya, kita gunakan hati nurani kita masing-masing sebagai penentunya,” ujarnya.

Kepada mahasiswa yang ingin menulis, ia berpesan agar tidak terbebani dengan pikiran apakah karangan mereka layak dan akan dibaca. Menurutnya, setiap penulis sudah semestinya yakin dengan apa yang ditulisnya. Hal ini berkaitan dengan ketulusan hati penulis. “Yang penting adalah tulis! Yakin, tulisan itu pasti akan bermanfaat,” tegas pria asal Cirebon tersebut.

Sebelumnya, pada pembukaan acara, Wakil Dekan Bidang Akademik M. Faisol menyampaikan bahwa saat ini ia telah menyiapkan untuk menerbitkan buku kumpulan puisi karya para mahasiswa semester lima. Hal ini guna mendorong mahasiswa agar menyadari pentingnya menulis. “Karya tulisan adalah tanda bahwa nama kita pernah ada di dunia ini,” tuturnya.(zaw)