Berita

  • Written by Admin Humaniora
  • Published in Berita
  • Hits: 74
  • Print ,

HUMANIORA-Publikasi karya ilmiah merupakan roh bagi sebuah perguruan tinggi. Dalam hal ini, dosen sebagai elemen terpenting dalam perguruan tinggi, memiliki tanggung jawab atas terbangunnya budaya akademik di dalamnya. Hidup-matinya sebuah perguruan tinggi sangat bergantung pada sejauhmana tradisi penulisan dan publikasi karya ilmiah yang lahir dari dosen. Oleh karena itu, tanpa karya dan publikasi ilmiah, maka dosen tidak berarti apa. Ini terungkap dalam Workshop on Academic Writing yang dilaksanakan Fakultas Humaniora pada Kamis (26/9/2018) di Aula Lt. 3.

Dalam acara tersebut, hadir Azhar Ibrahim Alwee, Ph.D., dari National University of Singapore (NUS) sebagai narasumber. Menurutnya, di zaman sekarang ini tidak ada alasan bagi dosen sebagai pilar akademik kampus untuk tidak bisa berkarya dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal, baik berskala nasional maupun internasional.

“Zaman kita ini adalah zaman berjejaring. Internet telah menghubungkan kita dengan dunia di belahan yang lain. Kita bisa mengakses jurnal dari manapun. Tinggal kita yang harus memiliki kemauan untuk menulis,” tegasnya di hadapan dosen Fakultas Humaniora.

Namun demikian, untuk dapat menembus ke dalam jurnal ilmiah yang berkualitas dibutuhkan trik-trik khusus. Diantaranya, seorang dosen harus mampu mengemas issu kajian secara menarik. Terkadang topik kajiannya sederhana, tetapi karena perspektif issu yang diangkat tidak ditampakkan secara menarik maka tulisannya menjadi datar-datar saja sehingga ditolak oleh pengelolah jurnal.

“Memilih topik tidak harus muluk-muluk, cukup gunakan strategi pengemasan issu yang menarik. Banyak topik-topik yang sederhana kalau dikemas secara apik, maka akan menjadi tulisan yang menggigit,” tambahnya.

Kegiatan Workshop on Academic Writing dilaksanakan dalam rangka pendampingan penulisan dan publikasi artikel ilmiah bagi dosen di lingkungan Fakultas Humaniora. “Para dosen harus didorong untuk menulis artikel ilmiah dan mempublikasikannya kedalam jurnal. Ini menjadi komitmen kita,” tegas Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Syafiyah.[arh]