Berita

  • Written by Admin Humaniora
  • Published in Berita
  • Hits: 450
  • Print ,

 


Minggu (11/2). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Syaikhu Aliya Rahman memaparkan, Pemira (Pemilu Raya) sebagai ajang pembelajaran demokrasi mahasiswa Fakultas Humaniora. Berawal dari Pemilu di lingkungan universitas ini, mahasiswa dapat belajar menerapkan hukum dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Khususnya sebagai Fakultas Sastra dan Budaya, ajang pemilu ini sangat penting dan tepat sebagai landasan pembelajaran.

Menjelang pemilihan umum calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BSA dan Sastra Inggris, serta anggota Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa Fakultas Humaniora 26 Februari mendatang, tujuh anggota KPU Fakultas Humaniora telah memulai menjalankan rangkaian acara. Tahun ini, KPU berencana mengajak serta para dosen Fakultas Humaniora untuk turut mensosialisasikan pentingnya Pemira. KPU juga telah mengajukan pemberian legalitas hukum pada Dekan Fakultas Humaniora, perihal kewajiban mengikuti dan mensukseskan Pemira 2018. “Mari kita sukseskan Pemira 2018 agar terciptanya Fakultas Humaniora yang demokratis!” pungkas Syaikhu.

Pada masa sosialisasi ini, KPU sangat mengharap dukungan mahasiswa untuk kelancaran jalannya Pemira. Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu), Faisal Ahmad Romdhoni berharap agar tahun ini mahasiswa lebih antusias dalam mensukseskan Pemira, tentunya dengan turut menggunakan hak pilihnya.[ln]