Berita

  • Published in Berita
  • Hits: 147

Jumat (20/10), pemandangan unik terlihat di sekitar kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Untuk pertama kalinya, kampus Ulul Albab ini memperingati Hari Santri Nasionl dengan mewajibkan seluruh civitas akademi berpakaian ala santri. Tak mau ketinggalan, mahasiswa Fakultas Humaniora juga turut menyambut semarak hari santri dengan berdandan serupa. Semangat santri tergambar cerah di wajah para mahasiswa. Mereka menyambut antusias kebijakan baru kampus ini. Tidak hanya mahasiswa, para staff, dosen, hingga karyawan turut pula berseragam ala santri. Baju koko lengkap beserta sarung dan kopyah untuk laki-laki, dan busana muslimah syar’i untuk perempuan. Terlebih, para dosen dan mahasiswa tetap melakukan kegiatan perkuliahan seperti biasa dengan nuansa selayaknya pesantren. Meski gaya busana berbeda, semangat belajar tak berkurang sedikitpun.

Menurut salah satu dosen, Muhammad Edy Thoyib, M.A, suasana baru perkuliahan ini bertujuan untuk mengapresiasi perjuangan kaum santri. “Kita tidak hanya memperingati hari santri dengan mengetahui tanggal 22 Oktober adalah hari santri namun turut merasakan “hidup” sebagai santri meski hanya sebatas menggunakan pakaiannya saja. Kalau orang berbusana santri pada tempatnya itu biasa, namun di kampus selama ini belum pernah”, paparnya saat ditemui selepas memberi perkuliahan. Seluruh mahasiswa bahkan tidak merasa keberatan dan turut mendukung kegiatan ini. “Menurut saya pribadi unik saja, ada perasaan tersendiri yang mengingatkan pada saat saya dulu bersekolah di MI, penampilan ala santri dengan ransel di punggung. Ini pertama kalinya saya berkuliah memakai sarung plus sandal sejuta umat yang mana hal ini tidak mungkin dilakukan di hari-hari biasanya. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kutipan ‘pilih mahasiswa atau santri?’. Why we don’t have both (Mahasantri)? This is the power of Hari Santri Nasional”, ujar Kawakib, mahasiswa Sastra Inggris. Kedepannya, cara peringatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan. Kegiatan yang membawa semangat positif bagi para mahasiswa, khususnya mahasiswa Humaniora sendiri. [ln]