Berita

  • Published in Berita
  • Hits: 579

Rabu (22/3), tahapan pemira untuk memilih calon ketua badan eksekutif dan anggota legislatif organisasi intra Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2017 - 2018  telah dimulai. Bertempat di Aula Fakultas Humaniora, seluruh kandidat ketua Himpunan Bahasa dan Jurusan (HMJ), kandidat anggota Dewan Mahasiswa (DEMA), dan Senat Mahasiswa (SEMA) melakukan kampanye dalam debat dialogis. Acara tersebut merupakan satu dari rangkaian panjang agenda Komisi Pemilihan Umum Universitas dan Fakultas Humaniora dalam melaksanakan pemilu raya. Bertemakan “Menjadi Pemimpin Progresif dan Revolusioner”, debat dialogis ini dihadiri oleh mahasiswa yang begitu antusias menyimak pemaparan visi dan misi dari masing-masing kandidat. Untuk memperkuat visi dan misi tersebut, para kandidat turut pula mendapatkan beberapa pertanyaan dari panelis debat, Ahmad Makki Hasan.

Muhammad Edy Thoyib, M.A., selaku perwakilan Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Humaniora, dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu indikator kesuksesan pemilu raya terletak pada rendah atau tingginya tingkat partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pemira. Semakin tinggi partisipasi mahasiswa, menandakan suksesnya perencanaan KPU. Sebaliknya jika semakin rendah, menunjukkan rendahnya pula cara berdemokrasi dan kepedulian mahasiswa terhadap Fakultas Humaniora. Diharapkan dengan adanya debat dialogis ini, mahasiswa mampu menentukan pilihan yang terbaik saat pelaksanaan pemira pada 29 Maret 2017 mendatang.

Ajang pemilu raya merupakan ladang pembelajaran demokrasi bagi mahasiswa. Ketua KPU Fakultas Humaniora, Fathkur Rokhman Yuharta berharap para kandidat mampu bersaing secara sehat dengan melakukan kampanye berdasarkan undang – undang yang telah dibuat. Ia juga berharap agar mahasiswa menggunakan hak memilihnya untuk kebaikan Fakultas Humaniora. “Saya harap mahasiswa ikut serta menggunakan hak pilihnya karena acuh tak acuh sama dengan tidak peduli”, paparnya. (ln)