Berita

Sekilas Prestasi Mahasiswa Fakultas Humaniora

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 46

 

Tahun 2018 memang belum berakhir, namun sudah banyak prestasi yang diraih oleh Mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibarahim Malang. Mulai  dari kemenangan dalam perlombaan tingkat nasional maupun internasional yang diikuti oleh calon-calon Pemikir dan Ilmuwan masa depan.
Diantara prestasi tersebut adalah:

a. Juara III Debat Bahasa Arab tingkat Internasional dalam IHTIFAL USIM MALAYSIA yang diwakili oleh Athifah Cahirunnisah, Sahni Arja dan Faiz Mahbubi. Selain  itu, salah satu delegasi dari Fakultas Humaniora juga mendapatkan penghargaan individu sebagai Top 10 Best Speaker dalam festifal tersebut.
b. Juara III Lomba baca kitab dalam festifal ZUKHRUF atas nama NI'ma Rofida. Penyelenggara festifal ini adalah HMJ BSA UIN Sunan Ampel Surabaya 

c. Sebagai Finalis Lomba tulis essay Nasional yang diselenggarakan oleh Univeritas Pattimura Ambon pada tahun ini mendapatkan undangan untuk mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan para dewan juri. Di antara mahasiswa tersebut adalah Ihza Sabila Rasyada dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab serta Ahmad Fikyansyah dari jurusan Sastra Inggris.

 

Mengambil Inspirasi dari Gus Dur sampai Melakukan Gebrakan: Mengawali Semangat OMIK-F Humaniora UIN Malang

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 244

Sabtu (27/04) - Acara pelantikan jajaran OMIK (Organisasi Mahasiswa Intra Kampus) Fakultas Humaniora  UIN Malang 2018 digelar. Dihadiri oleh dekan fakultas Humaniora UIN Malang, Dr. Hj. Syafiyah, M.A dan ketua jurusan Sastra Inggris, Rina Sari M.Pd., pelantikan mulai dari jajaran SEMA, DEMA, HMJ Bahasa Sastra Arab dan Sastra Inggris dilaksanakan secara lancar dan meriah. Riuh yel-yel jajaran calon pengurus OMIK-F Humaniora memenuhi auditorium fakultas Humaniora lt.3 dari awal hingga akhir acara.
Dengan mengambil tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Humanisme OMIK-F Humaniora Dengan Semangat Profesionalisme” jajaran pengurus OMIK-F Humaniora 2018 berharap sisi humanisme fakultas Humaniora semakin dikembangkan dan diperlihatkan ditahun ini. “Ditahun ini saya, mewakili teman-teman, mengambil inspirasi dari Gus Dur yaitu yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan dalam mengabdi satu tahun ke depan.”, ujar Alan, sapaannya, ketika berpidato didepan puluhan jajaran pengurus OMIK-F Humaniora 2018. Karenanya, ia juga menambahkan bahwa jalannya OMIK-F Humaniora adalah bergantung dari kerja sama seluruh jajaran pengurus "ini bukan tentang aku, tentang aku, tapi tentang kita." tandasnya.
Senada dengan tema “semangat profesionalisme”, Milal, ketua DEMA-F Humaniora menambahkan ditahun kerjanya ini ia melakukan suatu gebrakan. Ia memutuskan untuk menambah kepengurusan DEMA-F humaniora dengan anggota komunitas-komunitas yang telah berdiri di Humaniora. “Saya akan merangkul seluruh komunitas yang ada, yang tahun sebelumnya belum dilakukan, karena saya percaya ini akan memajukan fakultas kita.” Ujar Milal, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab ini.
Acara yang berlangsung selama 4 jam ini, diawali dengan pelantikan jajaran pengurus DEMA-F, dilanjutkan dengan pelantikan HMJ BSA (Bahasa dan Sastra Arab) dan SI (Sastra Inggris), dan diakhiri dengan penyampaian pidato oleh masing-masing perwakilan ketua OMIK-F humaniora.(BOB)

 

Hari Tari Sedunia Ala Fakultas Humaniora

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 289

Rabu (2/5) - Komunitas tari Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Srikandi, mengadakan pentas tari nusantara sebagai wujud peringatan hari tari internasional. Pentas bertajuk “Humaniora Menari” tersebut, digelar secara langsung dan cuma-cuma di pelataran Fakultas Humaniora. 

 Sebanyak 6 tarian nusantara, diantaranya: Tari Lenggang Nyai, Tari Tempeh, Tari Gandrung, Tari Cendrawasih, Tari Topeng, serta Tari Baskalan, ditampilkan secara bergantian oleh para penari Srikandi. Para penari tampil tunggal, berpasangan, hingga berkelompok sesuai tari yang mereka bawakan. Menurut panitia, konsep pagelaran tari tersebut merupakan konsep perdana di Fakultas Humaniora. “Ini yang pertama. Belum pernah ada konsep penampilan tari semacam ini di tahun dan angkatan sebelumnya,” jelas Wieska Meidinar Priyatno di sela acara.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dra. Siti Masitoh, M.Hum, sangat mendukung kegiatan yang diadakan sebagai media mengekspresikan diri. “Kegiatan semacam ini harus sering dilakukan. Selain sarana untuk mengekspresikan diri, ini juga salah satu bentuk tanggung jawab generasi muda mempertahankan budayanya,” paparnya.

Hari tari internasional yang diperingati setiap tanggal 29 April, selanjutnya akan menjadi agenda wajib Srikandi di tahun-tahun berikutnya.[ln]

 

 

Talkshow Kepenulisan: Ruang Untuk Sastra Anak dan Remaja

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 121

Jumat (27/4) - Gebyar Self Access Center (SAC) Fakultas Humaniora, kembali diselenggarakan. Satu diantara rangkaian acara tersebut adalah talkshow kepenulisan, yang mengusung tema cerita anak dan remaja. Talkshow yang juga dibuka untuk umum tersebut berlangsung di Aula Fakultas Humaniora.
Menurut panitia penyelenggara, tema acara kali ini bertujuan untuk mengenalkan eksistensi karya sastra anak dan remaja, serta membuka wawasan mahasiswa bahwa karya sastra anak layak diapresiasi. “Selama ini kan yang kita tahu kebanyakan penelitian dilakukan pada karya sastra dewasa, dari sini kita kenalkan pada mahasiswa bahwa sastra anak juga bisa diteliti” jelas Ulil Fitriyah, M.Pd., M.Ed, saat ditemui di sela acara.
Panitia menghadirkan langsung para pemateri profesional, utamanya di bidang kepenulisan sastra anak dan remaja, diantaranya; Durroh Fuadin Kurniati (Penulis buku anak “Keliling Dunia Bersama Pangeran dan Putri Kreatif), Melia Fitriani (Penulis novel remaja “Sicilia, Cinta dan Dua Aroma”), Wiwid Kinasih (Penulis Cerpen dan Puisi “Tentang Kita, Kota, dan Kenangan”), serta Dwi Isnaini (Penulis novel remaja “Cinta Komaku”). Selain jam terbang dan produktifitas menulis yang tinggi, para pemateri tersebut dipilih karena merupakan penulis perempuan yang menginspirasi. Panitia berharap para peserta mendapat gambaran, menjadi penulis merupakan salah satu profesi yang menjajikan, sekalipun bergerak dalam genre sastra anak dan remaja semacam ini. 
Talkshow yang sekaligus menjadi penutup gebyar SAC, turut menyajikan penampilan dari para peserta rangkaian acara sebelumnya, yakni lomba cipta puisi serta lomba membaca puisi berbahasa Arab dan Inggris. “Konsep acara seperti ini adalah perdana yang Insyaallah akan kita teruskan tahun-tahun berikutnya” tutur salah satu panitia, Lina Hanifiyah, M.Pd.(ln)