Berita

Wawasan Kebangsaan: Mahasiswa Sasaran Empuk Radikalisme

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 30

Panitia Pelaksana PBAK Fakultas Humaniora melaksanakan penyampaian materi mengenai wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh penulis sekaligus dosen IAIN Tulung Agung, Dr. Ngainun Na’im. Penyampaian materi ini bertujuan mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan Mahasiswa Baru Humaniora 2018.

Dimulai dengan pemaparan cepatnya persebaran radikalisme melalui media sosial, yang mana pengguna media sosial didominasi oleh pemuda atau mahasiswa. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pemuda tidak bisa dipisahkan dari media sosial, sedangkan yang tidak disadari banyak pihak adalah tidak ada satupun media yang bersifat netral. Setiap media selalu memiliki keberpihakan pada kelompok tertentu dan diungkapkan dengan sudut pandang yang berbeda-beda.

Ia menyebutkan kelebihan mahasiswa yang berkuliah di PerguruanTinggi Islam salah satunya adalah masih yang mengedepankan spiritualitas. “Tidak semua hal bisa dinalar menggunakan logika, saat itulah spiritualitas diperlukan,” penggalan kesimpulan beliau mengenai pentingnya spiritualitas dalam dunia perkuliahan.

Peserta sangat menikmati pemaparan topik-topik yang disampaikan pemateri. Hal tersebut dibuktikan dengan aktifnya mahasiswa merespon selingan candaan dari Dr. Ngainun maupun pertanyaan dari pemateri.

Pemuda saat ini, lebih cenderung individualis sebab bukan lagi bergantung pada keadaan sosial, melainkan pada media sosial”. Dr. Ngainun Naim berkesimpulan bahwa mahasiswa adalah sasaran empuk radikalisme karena sedang berada di puncak keingintahuan. Maka, untuk menangkal bahaya radikalisme tersebut, beliau berpesan bahwa mahasiswa harus bisa kritis dan sadar betapa pentingnya dunia literasi/pencerdasan (NZ).

Mahasiswa Baru Ikuti PBAK-F dengan Khidmat

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 15

Fakultas Humaniora mengadakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) sebagai rangkaian dari PBAK Universitas untuk para mahasiswa baru di ruang auditorium fakultas, Selasa, 14/08/2018. Hari pertama PBAK berlangsung meriah dan khidmat. Semenjak pagi para mahasiswa baru sudah berkumpul di depan fakultas untuk mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas.

 Dr Hj. Syafiyah, selaku Dekan Fakultas Humaniora menjelaskan tentang visi dan misi Fakultas Humaniora, lalu dilanjut dengan pembaiatan. Para mahasiswa baru, baik dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab, maupun Sastra Inggris mengikutinya dengan antusias. Menyusul materi keuniversitasan yang disampaikan oleh Bapak Mahfud Sodar, selaku Kabiro AUPK universitas.

 PBAK tahun akademik 2018-2019 ini dikuti oleh kurang lebih sejumlah 431-an mahasiswa baru. Dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab sejumlah 198 mahasiswa dan dari Sastra Inggris sejumlah 233 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan orang tua.

 Dalam PBAK kali ini, panitia dilarang untuk membebani mahasiswa dengan sejumlah uang atau unsur material, ” tutur Moh. Zawawi, selaku ketua panitia PBAK F. (ADF).

Mahasiswa Baru, Pandai-pandailah Memilih Wadah di Kampus

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 18

Panitia pelaksana PBAK Fakultas Humaniora dalam rangkaian kegiatannya menyelenggarakan pelatihan tradisi akademik dan strategi belajar di perguruan tinggi diisi oleh Bpk  Nur Qomari, Rabu, 15/08/2018.Beliau merupakan dosen sekaligus alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Penyampaian materi tersebut bertujuan agar Mahasiswa Baru memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia perkuliahan, sebab seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa tradisi akademik maupun strategi belajar di SMA dan yang se-derajat sangatberbeda dengan di Perguruan Tinggi (PT).

Dalam dunia perkuliahan, mahasiswa cenderung dituntut untuk mandiri dalam belajar karena dosen hanya bertugas sebagai fasilitator.Mahasiswa juga dituntut bertanggung jawab atas segala hal yang dilakukan di perkuliahan. Tentunya sangat berbeda dengan kondisi saat mereka masih menjadi siswa.

Keaktifan berorganisasi adalah solusi bagi mahasiswa baru agar sanggup mencapai poin-poin yang harus dimiliki oleh mahasiswa ideal, tentunya yang diikuti harus-lah organisasi yang sanggup menempa, melatih, dan membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang bertaqwa, berbudi luhur, berilmu, cakap, bertanggung jawab, serta memiliki semangat juang kemerdekaan Indonesia yang hakiki.

Pandai-pandailah memilih wadah di kampus,” pesan Beliau sebelum mengakhiri sesi pemaparan materi dan dilanjut dengan sesi tanya jawab.

Ditutup dengan pembacaan penggalan tulisan Najwa Sihab oleh moderator sebagai pemantik semangat Mahasiswa Baru di dunia perkuliahan. (NZ)

 

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tegaskan Pentingnya Bahasa bagi Kehidupan di Dunia.

  • Kategori: Berita
  • Dilihat: 16

"Man 'alima lughota qoumin, salima 'an makrihim" ungkap Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof. Abdul Haris, sebagai pembuka motivasi pada PBAK Fakultas Humaniora, Rabu 15/08/2018.

Prof. Haris menegaskan bahwa barang siapa yang menguasai bahasa kaum tertentu, maka akan selamat dari tipu daya maupun keburukan kaum tersebut. Menurut hematnya, suatu hari nanti dunia akan dikuasai oleh orang-orang yang ahli dan menguasai bahasa, sebab orang yang menguasai bahasa sudah bisa dipastikan pandai membaca ancaman dan peluang.

Mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan kehidupan di dunia perkuliahan sebab mahasiswalah yang menentukan kondisi masa depan bangsa. Akan menjadi apa masa depan bangsa jika dipimpin oleh pemuda yang tak pernah bersungguh-sungguh menjalankan kewajibannya.

“Orang-orang yang memilih Fakultas Humaniora adalah orang-orang yang cerdas dan orang-orang yang memilih berkuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharuskan sanggup menguasai dan mengamalkan ilmu-ilmu agama. Imbuhnya di akhir ceramahnya di depan mahasiswa baru dengan memberikan mahfudzot dalam bahasa Arab “Man saara ala addarbi wasala”. (NZ).