Berita

"Panggung Bebas" Aspirasi Para Mahasiswa Humaniora

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 127

HUMANIORA - (2/9/2019) Panggung itu tak luas sebenarnya. Hanya setengah lebar teras Fakultas Humaniora. Dengan menggunakan kain hitam mengotak, panggung itu nyatanya cukup menarik beberapa mahasiswa untuk menonton maupun mengajukan diri dalam acara Pakar. Acara ini masih berusia 2 tahun sejak didirikan. Merupakan acara bebas yang siapa saja boleh menyumbangkan segala karya sastra, seperti membacakan puisi, memainkan drama, maupun perfoma suara.

Penampilan pertama adalah pembacaan puisi oleh Hasan, seorang mahasiswa Fak. Humaniora angkatan 2017. Suaranya yang begitu menghayati setiap kata dalam puisinya, benar-benar memukau penonton. Dia juga menutup puisinya dengan lantunan lagu shalawat yang berjudul "Man Ana?". Selanjutnya, penampilan puisi dari Andika, seorang mahasiswa dari Fak. Tarbiyah. Puisinya yang berjudul "Rindu", meski tak se-memukau Hasan, namun sarat akan makna. Tak hanya puisi, "panggung bebas" tersebut juga menghadirkan beberapa lagu. Lagu pertama berjudul Senorita, ciptaan Shawn Mendes ft Camilla Cabello, yang di nyanyikan oleh Rara (perwakilan mahasiswa Sastra Inggris). Suara merdunya mengalun mesra bersama petikan gitar temannya. Selesai dengan lagu Senorita-nya, Rara menyanyikan lagu Jawa yang berjudul Banyu Langit, ciptaan Didi Kempot.

Penampilan selanjutnya adalah drama monolog. Drama yang berjudul "Bau Kentut" ini ditampilkan oleh Adi. Dia benar-benar piawai sekaligus lihai dalam setiap menampilkan peran-peran yang berbeda. Sesekali, dia menjadi seorang kakek tua pemulung. Lalu, dia berperan menjadi seorang boss pabrik. Kemudian, dia menjadi orang sakti. Kepiawaiannya mampu menyedot perhatian sekitar 20 mahasiswa.

Ketika di tanya perihal inspirasi,mahasiswa yang memakai blangkon tersebut mengungkapkan kalau kentut sama seperti kesalahan. "Setiap manusia pernah kentut. Maka, setiap manusia pernah mengalami kesalahan", ujarnya. Manusia sering tak menyadari kesalahan yang dia perbuat. Malah, mencari dan menuduh kesalahan pada diri orang lain. Sama seperti bau kentut yang tidak pernah mau diakuinya. Dari drama tersebut, lanjutnya, dia menjelaskan bahwa ada nilai kehidupan yang bisa dijadikan nasihat bijak. Nilai kehidupan tersebut adalah perlunya instropeksi diri. Selain itu, tambahnya, kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Sering kita lihat, seorang kaya raya benar-benar akan didengar setiap ucapannya. Berbeda dengan orang miskin yang setiap ucapannya dianggap bualan semata. Padahal, sebagaimana yang diterangkan dalam hadis, yakni "Undzur Ma Qaala, Wa La Tandzur Man Qaala". Hadis ini menegaskan bahwa yang harus kita perhatikan adalah apa yang di katakan, bukan siapa yang mengatakannya. [an]

 

Hadi Asrori, Bangga Sumbangkan Medali Perak Untuk UIN Malang

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 398

Humaniora - Mahasiswa Fakultas Humaniora kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Hadi Asrori, salah satu mahasiswa yang sedang kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab menyumbangkan medali perak untuk cabang perlombaan pop solo islami dalam event Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) tingkat mahasiswa se-PTKIN yang digelar mulai 15 - 21 Juli 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Hadi Asrori, mahasiswa yang duduk di semester VII, mewakili UIN Malang mampu mengalahkan 51 peserta dari seluruh PTKIN yang ikut dalam event PIONIR. Ini bukan kali pertama medali yang disumbangkan pada UIN Malang.
"Kami bangga bisa memberikan yang terbaik untuk UIN Malang. Tentunya, ini berkat dukungan civitas akademika di fakultas dan jurusan," paparnya penuh bangga.[kr]

 

Dekan buka PBAK Fakultas Humaniora 2019

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 431

­

Humaniora - Malang, 15 Agustus 2019. Pembukaan PBAK Fakultas Humaniora Tahun 2019 dimulai dengan sambutan hangat dari panitia untuk membakar semangat mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan PBAK Fakultas. Acara ini dipimpin  oleh MC dan dihadiri Ibu Dr.Hj.Syafiyah,MA selaku Dekan Fakultas Humaniora dan didampingi Ibu Dr.Siti Masitoh sebagai  Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan  dan Kerjasama. 

Antusiasme ­mahasiswa baru dalam mengikuti agenda sangatlah tinggi, hal ini terlihat dari meriahnya tepuk tangan peserta setelah  sambutan yang di mulai dari Ketua Pelaksana Saudara Moh.Azharuddin, Ketua Dema Fakultas Humaniora  Saudara Andika dan Dekan Fakultas Humaniora.

Dalam sambutanya Ibu Dekan “Dengan adanya materi atau kurikulum keislaman yang menjadi acuan menjadikan Fakultas Humaniora UIN  Maliki Malang berbeda dengan fakultas sejenis yang ada dikampus lain” terang Ibu Dekan yang kemudian di sambut dengan tepuk tangan peserta dan diakhiri dengan pembacaan Janji Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang.

Acara pembukaan PBAK F.Humaniora ini ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ust.Arif Rahman Hakim dengan penuh khidmat. [ad]

Meneliti Itu Butuh Komitmen

  • Written by Admin Humaniora
  • Category: Berita
  • Hits: 220

Humaniora - Dalam rangka meningkatkan kemampuan meneliti, Fakultas Humaniora mendatangkan Kasi Penelitian dan Pengelolaan HKI Kemenag RI, Dr. Mahrus, M.Ag (Kamis, 18/7/2019). Acara digelar di ruang perpustakaan dan dihadiri dosen Fakultas Humaniora.
Dalam paparannya, Dr. Mahrus, M.Ag menjelaskan Agenda Riset Keagamaan (Arkan). Misi besar dari Arkan ini adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi penelitian Islam di dunia. Lokusnya dititik-beratkan pada moderasi keberagamaan Islam.
Di tengah agenda riset keagamaan yang besar itu, Dr. Mahrus, M.Ag mengingatkan pentingnya komitmen seorang peneliti. Yang terpenting dalam penelitian adalah membangun komitmen. "Banyak peneliti yang mendapatkan hibah dana tetapi hasilnya tidak maksimal. Bahkan tak jarang hasil penelutiannya tidak jelas," paparnya.
Yang menjadi kendala bukan masalah besarnya dana. "Untuk itu, komitmen seorang peneliti mutlak dibutuhkan," imbuhnya.
Dr. Mahrus, M.Ag juga menjelaskan bahwa sebuah penelitian harus memiliki keluaran yang jelas. Misalnya, hasil penelitian harus berwujud artikel ilmiah yang bisa dipublikasikan pada jurnal bereputasi, atau mungkin terpublikasikan dalam wujud buku yang ber-ISBN, sehingga hasilnya bisa di-HKI-kan.
Sementara, Dekan Fakultas Humaniora dalam sambutannya mengingatkan para dosen tentang pentingnya penelitian sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Meneliti menjadi salah satu tugas utama setiap dosen. "Kita harus bisa meneliti dalam setiap tahun. Kita dapat mengakses dana hibah, baik di pusat maupun di universitas," jelasnya.[mff]